Fakta Unik KTT APEC 2025: Presiden Prabowo Duduk di Barisan Depan Bersama Tuan Rumah

Presiden Prabowo Subianto menempati posisi strategis di barisan depan KTT APEC 2025 Gyeongju, diapit pemimpin besar. Ada apa di balik penempatan ini?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik KTT APEC 2025: Presiden Prabowo Duduk di Barisan Depan Bersama Tuan Rumah
Para pemimpin APEC mengadopsi Deklarasi Gyeongju APEC, berkomitmen pada perdagangan inklusif dan mengakui industri kreatif. Namun, ada perubahan signifikan terkait dukungan WTO. Apa dampaknya? (AntaraNews)

Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan dalam sesi foto bersama pada hari kedua Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Pacific Economic Cooperation (KTT APEC) 2025 di Gyeongju, Korea Selatan, Sabtu (1/11). Ia menempati posisi strategis di barisan depan, tepat di samping Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung selaku tuan rumah. Penempatan ini menunjukkan posisi penting Indonesia di kancah regional.

Dalam momen kebersamaan tersebut, Presiden Lee Jae-myung, yang berada di tengah barisan depan, diapit oleh Presiden Prabowo dan Presiden China Xi Jinping. Posisi ini menyoroti peran sentral Indonesia dalam dinamika ekonomi dan politik kawasan Asia-Pasifik. Kehadiran para pemimpin besar dunia di satu barisan ini menjadi simbol kolaborasi.

Selain itu, di sisi Presiden Prabowo, turut hadir Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, dan Perdana Menteri Selandia Baru Christopher Luxon. Sementara itu, Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent dan Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah mendampingi Presiden Xi Jinping, melengkapi jajaran pemimpin yang hadir.

Posisi Sentral Indonesia dalam KTT APEC 2025 Gyeongju

Penempatan Presiden Prabowo Subianto di barisan depan sesi foto KTT APEC 2025 Gyeongju bukan sekadar formalitas, melainkan cerminan dari peran signifikan Indonesia di kawasan. Indonesia, sebagai salah satu ekonomi terbesar di Asia Tenggara, memiliki kontribusi penting dalam agenda kerja sama ekonomi APEC. Kehadiran Prabowo di posisi tersebut menegaskan pengakuan internasional terhadap kepemimpinan Indonesia.

Momen ini juga menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk memperkuat diplomasi dan hubungan bilateral dengan negara-negara anggota APEC lainnya. Interaksi langsung antar pemimpin, seperti yang terlihat dalam sesi foto, seringkali menjadi awal dari diskusi-diskusi penting. Hal ini sangat relevan mengingat tantangan ekonomi global yang kompleks saat ini.

Delegasi Indonesia dalam KTT APEC 2025 ini juga menunjukkan keseriusan pemerintah. Presiden Prabowo didampingi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Kehadiran para menteri kunci ini mengindikasikan fokus Indonesia pada isu-isu ekonomi dan investasi.

Momen Kebersamaan dan Tradisi di KTT APEC Gyeongju

Sesi foto bersama para pemimpin negara anggota KTT APEC 2025 di Gyeongju diwarnai dengan sentuhan budaya lokal yang unik. Seluruh pemimpin mengenakan kain dari bahan pakaian tradisional Korea, hanbok, berwarna hijau mint, yang dikalungkan di bagian pundak. Ini adalah tradisi tuan rumah untuk mempererat kebersamaan dan memperkenalkan budaya Korea.

Momen menarik terjadi ketika Presiden Lee Jae-myung secara pribadi membantu Presiden Prabowo merapikan kain hanbok yang dikenakannya. Gestur ini menunjukkan keramahan tuan rumah dan suasana akrab di antara para pemimpin. Kehangatan ini penting untuk membangun jembatan komunikasi yang lebih baik di antara negara-negara anggota APEC.

Presiden Lee juga sempat memberikan arahan santai, "Senyum!", yang langsung diikuti oleh para pemimpin dengan senyum ke arah kamera. Setelah sesi foto, para pemimpin terlihat saling bertepuk tangan dan berbincang ringan, sebelum akhirnya meninggalkan panggung. Momen-momen informal seperti ini seringkali memecah kekakuan diplomasi formal.

Harapan Tuan Rumah Korea Selatan untuk KTT APEC 2025

Sebelum sesi foto, di ruangan utama, Presiden Lee Jae-myung membuka sesi kedua sekaligus penutupan KTT APEC 2025 dengan menyapa seluruh pemimpin yang hadir. Ia secara khusus menanyakan kesan para tamu mengenai hidangan dan persembahan yang disajikan saat jamuan makan malam pada Jumat (31/10). Ini menunjukkan perhatian tuan rumah terhadap kenyamanan para delegasi.

Presiden Lee berharap para tamu menikmati jamuan tersebut dan mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai Korea Selatan sebagai tuan rumah APEC tahun ini. Harapan ini mencerminkan keinginan Korea Selatan untuk meninggalkan kesan positif dan menunjukkan kapabilitasnya sebagai penyelenggara acara internasional. KTT APEC 2025 menjadi ajang promosi budaya dan pariwisata Korea.

KTT APEC 2025 di Gyeongju diselenggarakan selama dua hari, dari tanggal 31 Oktober hingga 1 November. Acara ini menjadi platform penting bagi 21 ekonomi anggota APEC untuk membahas isu-isu krusial terkait perdagangan, investasi, dan pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia-Pasifik.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi