Tahukah Anda? Seni dan Budaya Kalsel Jadi Benteng Utama Perkuat Karakter Bangsa di Era Globalisasi

Bakesbangpol Kalsel tegaskan seni dan budaya bukan sekadar warisan, melainkan kekuatan fundamental untuk perkuat karakter bangsa dan identitas di tengah gempuran globalisasi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Seni dan Budaya Kalsel Jadi Benteng Utama Perkuat Karakter Bangsa di Era Globalisasi
Bakesbangpol Kalsel tegaskan seni dan budaya bukan sekadar warisan, melainkan kekuatan fundamental untuk perkuat karakter bangsa dan identitas di tengah gempuran globalisasi. (Merdeka.com)

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalimantan Selatan (Bakesbangpol Kalsel) baru-baru ini menegaskan peran krusial seni dan budaya dalam membentuk identitas nasional. Pernyataan ini disampaikan di Banjarmasin sebagai respons terhadap tantangan globalisasi yang kian masif. Pentingnya pelestarian budaya menjadi sorotan utama dalam agenda ketahanan bangsa.

Kepala Bidang Ketahanan Sosial, Budaya, Agama, dan Organisasi Masyarakat Kesbangpol Kalsel, Sundusiah, menjelaskan bahwa seni dan budaya adalah fondasi. Ini bukan hanya warisan leluhur, melainkan kekuatan besar untuk memperkuat jati diri bangsa. Peran ini sangat vital dalam menjaga keutuhan dan persatuan masyarakat.

Menurut Sundusiah, nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya menjadi benteng utama. Hal ini penting untuk menjaga keutuhan bangsa serta menjawab berbagai tantangan zaman yang terus berkembang. Fondasi budaya yang kuat akan membimbing arah pembangunan daerah dan nasional.

Seni dan Budaya sebagai Benteng Identitas Bangsa

Derasnya arus globalisasi membawa berbagai pengaruh budaya luar yang masuk tanpa batas. Fenomena ini seringkali menimbulkan ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan (AGHT) terhadap ketahanan masyarakat. Oleh karena itu, peran seni dan budaya menjadi sangat vital sebagai penangkal yang efektif.

Sundusiah menekankan bahwa seni dan budaya harus dijadikan benteng identitas bangsa yang kokoh. Hal ini bertujuan agar masyarakat tidak mudah goyah atau kehilangan arah menghadapi perubahan zaman. Dengan fondasi budaya yang kuat, nilai-nilai luhur akan tetap terjaga dan menjadi pedoman hidup.

Kekuatan budaya lokal mampu menyeleksi dan menyaring pengaruh asing yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa. Ini memastikan bahwa jati diri bangsa tetap terpelihara di tengah gempuran informasi dan gaya hidup global. Melestarikan seni dan budaya berarti menjaga marwah bangsa di kancah dunia.

Kekayaan Budaya Kalsel yang Perlu Dilestarikan

Kalimantan Selatan dikenal memiliki kekayaan budaya yang luar biasa beragam dan patut dijaga serta dikembangkan secara berkelanjutan. Warisan ini mencakup berbagai bentuk seni, kerajinan tangan, hingga tradisi kuliner yang unik dan otentik. Pelestarian budaya Banua merupakan bagian integral dari penguatan budaya nasional.

Sundusiah mencontohkan beberapa aset budaya khas Kalsel yang telah mendunia dan menjadi kebanggaan. Sebut saja kain sasirangan yang telah dikenal luas, kerajinan purun yang ramah lingkungan, serta kuliner khas Banjar yang kaya rasa. Semua ini adalah representasi identitas daerah yang kuat.

“Melestarikan budaya Banua berarti ikut memperkuat kebudayaan nasional,” ungkap Sundusiah. Upaya ini akan memastikan bahwa generasi mendatang dapat terus menikmati dan memahami akar budaya mereka. Dengan demikian, kebudayaan nasional akan semakin kokoh dan berdaya saing.

Seni dan Budaya sebagai Alat Pemersatu Bangsa

Dalam konteks keberagaman Indonesia yang majemuk, seni dan budaya memiliki peran strategis sebagai alat pemersatu yang ampuh. Keberagaman ekspresi budaya justru menjadi kekuatan yang mengikat berbagai suku dan golongan masyarakat. Ini menciptakan harmoni dalam masyarakat yang berbeda-beda latar belakang.

Sundusiah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan seni dan budaya sebagai jembatan yang kokoh. Jembatan ini penting untuk mempererat persatuan di tengah perbedaan yang ada. Ini juga merupakan warisan berharga yang harus diwariskan kepada generasi muda sebagai bekal masa depan.

Kegiatan sosialisasi ini juga menghadirkan narasumber berkompeten seperti Raudati Hildayati dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel, serta budayawan Dr. Taufik Arbain. “Mari kita perkuat budaya Banua, kembangkan seni lokal dengan penuh kreativitas, dan wariskan kepada generasi penerus sebagai bekal membangun Kalimantan Selatan yang lebih maju serta Indonesia yang bermartabat,” ujar Sundusiah, menyerukan kolaborasi dalam pelestarian budaya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi