Prabowo dan Airlangga Dianggap Pemimpin Masuk Kriteria Paham Politik-Ekonomi Global

Pengamat politik Ali Rifan menilai, calon presiden (Capres) dari Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto termasuk kriteria Capres yang memiliki pemahaman politik dan ekonomi global.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Prabowo dan Airlangga Dianggap Pemimpin Masuk Kriteria Paham Politik-Ekonomi Global
Wiranto Bertemu Prabowo di Hambalang. ©2023 Liputan6.com/Faizal Fanani

Pengamat politik Ali Rifan menilai, calon presiden (Capres) dari Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto termasuk kriteria Capres yang memiliki pemahaman politik dan ekonomi global.

"Tentu saja dua tokoh itu, baik Prabowo dan Airlangga itu masuk masuk kriteria tokoh politik yang memahami ekonomi global," kata Ali saat dihubungi wartawan, Kamis (15/6).

Baca berita Prabowo Subianto di Liputan6.com

Dia menilai, Prabowo dan Airlangga punya background pengusaha dan punya jaringan internasional yang bagus.

"Kalau Airlangga kan Menko Perekonomian jadi kalau bicara bagaimana kemampuan memahami ekonomi global tentu sangat bagus," sambungnya.

Direktur Arus Survei Indonesia itu menjelaskan, tantangan politik dan ekonomi global ke depan, mengharuskan Indonesia memiliki pemimpin yang cakap dalam pergaulan internasional. Pemimpin juga dituntut mampu menunjukkan eksistensi Indonesia di mata dunia.

"Karena harus diakui ke depan Indonesia butuh pemimpin yang tidak hanya memahami situasi nasional dan lokal, tetapi juga situasi global. Baik dari sisi geopolitik, geoekonomi termasuk geostrategi," jelas Ali.

Dia menilai, tokoh seperti Airlangga paling tidak punya dua kekuatan, yaitu kemampuan memahami geo ekonomi karena seorang Menko Perekonomian dan juga memahami betul apa itu geopolitik karena dia adalah seorang Ketua Umum Parpol yang besar di Indonesia.

"Sebagai tokoh sekaligus Menko yang juga pengusaha, pasti beliau memahami situasi politik dan ekonomi global,” katanya.

Ali menanggapi langkah Airlangga yang secara tegas menolak kebijakan peraturan baru European Union (EU) atau EU Deforestation Regulation (EUDR) yang ditujukan untuk mengekang deforestasi global. Menurutnya, langkah Airlangga tersebut tepat untuk menyelamatkan petani sawit lokal.

"Menurut saya apa yang dilakukan Airlangga pasti dengan pertimbangan matang dan dengan pengalaman yang ada saya yakin apa yang diputuskan beliau akan memberi dampak positif bagi rakyat Indonesia," pungkasnya.

Sebelumnya, Airlangga bersama Deputi Perdana Menteri Malaysia Fadillah Yusof menyampaikan penolakannya kepada EU langsung di markas EU di Brussel.

Airlangga menilai, kebijakan tersebut merugikan negara produsen sawit serta sejumlah komoditas pangan atau hasil hutan, khususnya para petani kecil. Kebijakan ini juga dinilai sebagai neo imprealisme.

Ikuti perkembangan terkini seputar berita Pemilu 2024 hanya di merdeka.com

Rekomendasi