Wagub Jabar Jadi Caleg PPP di Dapil 'Kering

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum harus menahan keinginannya untuk menjadi Gubernur Jawa Barat pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada Pemilu 2024 mendatang.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Wagub Jabar Jadi Caleg PPP di Dapil 'Kering
Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum Menghadiri Launching Percepatan Waktu Tempuh dan Peningkatan Layanan PT. ©2021 Merdeka.com

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum harus menahan keinginannya untuk menjadi Gubernur Jawa Barat pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada Pemilu 2024 mendatang.

Hal itu, lantaran partai tempatnya bernaung yakni PPP malah merekomendasikan dia untuk menjadi Calon Legislatif (Caleg) untuk DPR-RI. Namun, daerah pilihan (Dapil) tempat dia bertarung bukan di Tasikmalaya yang menjadi lumbung suara.

PPP merekomendasikan dirinya untuk menjadi Caleg di Dapil Jabar 8 yakni Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Cirebon. Menurut dia, Dapil tersebut, merupakan wilayah yang 'kering' dimana suara PPP bisa dikatakan tak ada.

Indikatornya, tidak ada caleg baik di tingkat Provinsi atau RI dari PPP.

"Sebelum ditugaskan jadi Calon Gubernur Jawa Barat, partai nyuruh saya jadi caleg di Jabar 8. Tapi kering kekuatan PPP-nya, di sana enggak ada DPR RI. tTidak ada DPR Provinsi dari PPP baik di Kabupaten Indramayu, dan di Kabupaten Cirebon," Ujar Uu di jumpai di Soreang, Selasa (6/6).

Uu menyebut, tantangan di Jabar 8 jauh berbeda dengan di wayah Tasikmalaya yang saat ini tergolong basis dari PPP.

"Tapi di satu sisi saya bangga, berarti DPP melihat saya adalah sosok yang hebat, sosok yang bagus, karena ditugaskan di tempat yang kering PPP-nya. Kalau ditugaskan di Tasikmalaya itu tidak begitu berat perjuangannya. DPR-RI nya biasanya 2, DPR Provinsinya 2, anggota DPR Kabupaten Kotanya juga mayoritas," terangnya.

"Di satu sisi saya berat, tapi di satu sisi saya ada kebanggaan," tambah dia.

Namun dia menjamin, akan bekerja keras semaksimal mungkin untuk mendapatka satu kursi DPR. Dia berharap masyarakat Cirebon dapat menerimanya sebagai calon anggota DPR.

"Sekalipun saya orang Priangan Timur datang ke Pantura karena pada prinsipnya ini masih Jawa Barat. Selanjutnya, saya minta maaf kalau seandainya kedatangan saya merasa menganggu bagi masyarakat di situ," pungkasnya.

Ikuti perkembangan terkini seputar berita Pemilu 2024 hanya di merdeka.com

Rekomendasi