Polemik Cawe-Cawe Pilpres 2024, JK di Belakang Jokowi

Meski, JK juga kerap mengkritik kebijakan Presiden Jokowi.

Dedi Rahmadi
Oleh Dedi Rahmadi - Reporter
Polemik Cawe-Cawe Pilpres 2024, JK di Belakang Jokowi
Suasana Perpisahan Kabinet Kerja Jokowi-JK. ©2019 Istimewa/Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui akan cawe-cawe atau ikut campur dalam perhelatan Pilpres 2024. Dalam penjelasan Istana, cawe-cawe yang dimaksud Presiden Jokowi bertujuan ingin memastikan pemilu serentak 2024 berjalan aman.

"Presiden ingin memastikan Pemilu serentak 2024 dapat berlangsung secara demokratis, jujur dan adil. Presiden berkepentingan terselenggaranya pemilu dengan baik dan aman, tanpa meninggalkan polarisasi atau konflik sosial di masyarakat," kata Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, Selasa (29/5).

Bey mengungkapkan, Presiden Jokowi ingin pemimpin selanjutnya tetap mengawal dan melanjutkan kebijakan-kebijakan strategis. Contohnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Presiden ingin pemimpin nasional ke depan dapat mengawal dan melanjutkan kebijakan-kebijakan strategis seperti pembangunan IKN, hilirisasi, transisi energi bersih, dan lain-lain," ujar Bey.

Merespons pernyataan Jokowi, tak sedikit yang menyayangkan hal itu. Seperti Partai Demokrat hingga PKS, yang notabene oposisi. Namun banyak juga yang mendukung pernyataan Jokowi tersebut, termasuk Wakil Presiden ke 10 dan 12, Jusuf Kalla. Meski, JK juga kerap mengkritik kebijakan Presiden Jokowi.

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), mendukung sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) ikut cawe-cawe di Pilpres 2024. Terlebih, hal tersebut dilakukan demi bangsa dan negara.

Menurut JK, cawe-cawe yang dimaksud agar kondisi demokrasi berjalan jujur dan adil.

"Kalau penjelasan dari pers itu cawe-cawe untuk menjaga agar demokrasi menjalankan pemilu yang jurdil sangat bagus, jadi kita harap tentu dapat dilaksanakan dengan baik," kata JK ditemui di Gedung Krida Bhakti, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (30/5).

"Kalau ingin apa yang dijelaskan terakhir, untuk demokrasi berjalan dengan baik agar Pemilu jujur dan adil tentu kita dukung," tambah tokoh senior Partai Golkar ini.

JK menyebut, semua pihak tahu batasan terkait cawe-cawe itu. Dirinya berharap Pemilu 2024 berjalan lancar, jujur dan adil.

"Pokoknya tentu masing-masing mengerti batasannya bahwa untuk melaksanakan demokrasi yang baik, pelaksanaannya jurdil, itu kita harapkan, kita dukung," ucapnya.

Rekomendasi