Desmond Nilai Pertemuan Prabowo-Megawati Percuma: Mana Mungkin Ganjar Mau Jadi Wakil

Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Desmond Junaidi Mahesa menilai pertemuan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bakal percuma.

Ahda Bayhaqi
Oleh Ahda Bayhaqi - Reporter
Desmond Nilai Pertemuan Prabowo-Megawati Percuma: Mana Mungkin Ganjar Mau Jadi Wakil
desmond j mahesa. ©2017 Merdeka.com/dpr.go.id

Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Desmond Junaidi Mahesa menilai pertemuan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bakal percuma. Sebab, Megawati tidak akan memberikan restu Ganjar Pranowo menjadi pendamping Prabowo.

"Kan pertanyaannya Megawati sudah mengumumkan Ganjar ya, mana mungkin Ganjar mau jadi wakil Prabowo," ujar Desmond di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (26/5).

Gerindra telah menetapkan Prabowo menjadi calon presiden. Menurut Desmond hal tersebut tidak bisa berubah.

"Sementara Prabowo sudah ditetapkan oleh partai sebagai calon presiden. Ketemu untuk apa?" katanya.

Apabila Ganjar bersedia menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo, pertemuan dengan Megawati tidak percuma. Bila PDIP berkeras Ganjar harus menjadi capres pertemuan Prabowo-Megawati tidak diperlukan.

"Kecuali Ganjar mau jadi wakilnya Pak Prabowo. Ah itu ada semacam pertemuan, kalau enggak ada capek saja begitu loh," ujar Desmond.

"Kalau menurut saya mau ngapain. Membuat orang berpikir lain berpikir lain ya," tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto akan menemui Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Pertemuan kedua tokoh politik ini masih dijadwalkan.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, saat ini masih dalam tahap komunikasi terkait pertemuan Prabowo dan Megawati.

"Ya sebenarnya berbagai komunikasi dilakukan multi level, multi approach," ujar Hasto di kantor DPP PDIP, Jakarta, Senin (22/5).

Hasto tidak menyebut kapan pastinya pertemuan tersebut bakal digelar. Tetapi, kata dia, karena berkaitan membahas kepentingan soal capres dan cawapres perlu ada pertimbangan matang.

"Komunikasi secara intens dilakukan dengan sangat baik, karena ini berkaitan dengan kepentingan nasional kita, berkaitan dengan capres dan cawapres, masa depan Republik Indonesia, maka segala sesuatunya dipertimbangkan dengan matang," ujar Hasto.

Ikuti perkembangan terkini seputar berita Pemilu 2024 hanya di merdeka.com 

Rekomendasi