Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari menyebut, ada 4 variabel penentu seorang tokoh agar dipilih sebagai cawapres pada pilpres 2024. Menurutnya, cawapres perlu elektabilitas tinggi, punya logistik, dukungan parpol, dan kecocokan pribadi.
"Cawapres akan dipilih berdampak dari 4 variabel ini elektabilitas, 'isi tas', dukungan partai politik, dan kecocokan pribadi, calon yang ideal adalah calon yang memenuhi 4 syarat, tapi biasanya jarang, tapi kalau asa calon yang memenuhi 4 syarat ini maka akan sangat diinginkan, bahkan menurut saya bukan satu pihak, tapi beberapa pihak," katanya di Hotel Haris FX Sudirman, Jakarta, Selasa (21/3).
Dia lalu menganalisa siapa sosok cawapres yang akan dipilih dari beberapa koalisi yang ada sekarang. Menurutnya, untuk koalisi Gerindra-PKB, Prabowo lebih condong memilih Khofifah Indar Parawansa ketimbang Muhaimin Iskandar.
"Melihat konstelasi yang ada saat ini Gerindra-PKB membuka peluang pasangan Prabowo Muhaimin tentu saja sebagai Ketua umum, tapi menurut saya pak Prabowo dan Cak Imin sedang mempertimbangkan calon (cawapres) yang lain, kenapa? kalau emang Prabowo Imin sudsh diputuskan dari kemarin kemarin," tuturnya.
Advertisement
"Kemudian juga ada wacana Prabowo-Khofifah, Prabowo sendiri sudah beberapa kali ketemu dengan Khofifah," sambung Qodari.
Sedangkan, untuk koalisi NasDem, Demokrat, PKS masih alot menfinalkan pendamping Anies Baswedan. Sebab, kata Qodari, Demokrat menyodorkan Agus Harimurti Yudhoyono dan PKS Ahmad Heryawan.
"Untuk Mas Anies memang problem terbesar saat ini perbedaan soal cawapres, Demokrat pengen AHY, PKS Aher, kalau udah begini biasanya yang jadi itu calon di luar dua duanya alias jalan tengah," terangnya.
Sebagai jalan tengah, Qodari memunculkan nama Chairul Tanjung. Menurutnya, pengusaha besar itu dekat dengan Susilo Bambang Yudhoyono dan Majelis Syuro PKS. Dia berkata, sosok CT bisa menjadi kejutan di detik-detik terakhir seperti Ma'ruf Amin pada pilpres 2019.
"Saya mikir mikir siapa nama yang bisa diterima oleh Demokrat dan PKS, siapa nama yang dekat dengan SBY dan dekat dengan Majelis Syuro, ketemunya Chairul Tanjung, gak tau udah komunikasi apa belum, mungkin belum tapi jangan dicoret, kenapa? Wah Pak Maruf Amin aja tinggal 5 menit daftar kok," tutupnya.
Ikuti perkembangan terkini berita seputar Pemilu 2024 hanya di merdeka.com