PKS ke Gerindra: 2014-2019 Kami Pernah Dukung Prabowo, Pemilu 2024 saatnya Bergantian

"PKS politiknya inklusif, terbuka peluang komunikasi dengan semua pihak, termasuk dengan Gerindra," ucapnya.

Alma Fikhasari
Oleh Alma Fikhasari - Reporter
PKS ke Gerindra: 2014-2019 Kami Pernah Dukung Prabowo, Pemilu 2024 saatnya Bergantian
PKB Road To Election 2024. ©2022 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengajak balik Partai Gerindra untuk bergabung dengan Koalisi Perubahan bersama Partai Demokrat dan Partai NasDem. Sebab, dinamika politik pada saat Pemilu 2014 dan 2019, akan berbeda dengan Pemilu 2024.

"Peluang koalisi PKS dengan Gerindra tetap terbuka, namun posisi saat ini tentu berbeda dengan 2014 dan 2019," kata Juru Bicara (Jubir) PKS M. Kholid, saat dikonfirmasi, Senin (6/12).

"Kalau 2014 dan 2019 kami kan sudah pernah mendukung Pak Prabowo Subianto yang merupakan Ketua Umum Gerindra, nah untuk 2024 saatnya bergantian. Giliran Gerindra yang kami ajak untuk ikut pilihan dari PKS nanti jika nanti Koalisi Perubahan jadi dideklarasikan," sambungnya.

Kendati demikian, Kholid mengakui, jika peluang PKS bersama Gerindra berkoalisi pada Pemilu 2024 selalu terbuka. Sebab, komunikasi terus berjalan, termasuk dengan Gerindra.

"PKS politiknya inklusif, terbuka peluang komunikasi dengan semua pihak, termasuk dengan Gerindra," ucapnya.

Meskipun begitu, kata Kholid, PKS lebih intens berkomunikasi dengan Partai Demokrat dan Partai NasDem.

"Hingga saat ini, PKS serius menjalin komunikasi politik dengan Nasdem dan Demokrat. Kami berencana membangun Koalisi Perubahan. Tentu, Koalisi perubahan juga inklusif, membuka peluang bergabungnya partai-partai lain, termasuk Gerindra," imbuh Kholid.

Rekomendasi