Respons Anies Baswedan soal Safari Politik ke Aceh Terganjal Izin

Menurut Anies, masalah tersebut patut disyukuri. Sebab, dia melihat, sambutan masyarakat terhadap kehadirannya ternyata begitu hangat.

Alfath Asmunda
Oleh Alfath Asmunda - Reporter
Respons Anies Baswedan soal Safari Politik ke Aceh Terganjal Izin
Anies Baswedan di Aceh. ©2022 Merdeka.com/Alfath Asmunda

Bakal calon presiden yang diusung Partai NasDem, Anies Baswedan enggan berkomentar soal sejumlah insiden yang diduga sarat motif penjegalan sebelum dirinya berkunjung ke Aceh.

Menurutnya, masalah tersebut patut disyukuri. Sebab, dia melihat, sambutan masyarakat terhadap kehadirannya ternyata begitu hangat.

Lihat Anies Baswedan di Liputan6.com

"Kami bersyukur kehangatan itu terasa sejak kami tiba sampai dengan sekarang," katanya di Meuligoe Wali Nanggroe Aceh, Lampeneurut, Aceh Besar, Jumat (2/12).

Sejumlah insiden yang terjadi sebelum kedatangan Anies ke Aceh diantaranya; pencabutan izin tempat kegiatan silaturahmi Anies dengan masyarakat di taman Ratu Safiatuddin.

Izin itu dicabut Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Taman Seni dan Budaya. Pihak dinas mengklaim, Taman Ratu Safiatuddin sedang direnovasi.

Kemarin, Kamis (1/12) siang juga mulai beredar kupon dan SMS di masyarakat Aceh tentang pembagian sembako dalam rangka menyambut kedatangan Anies Baswedan. DPW Partai NasDem Aceh cepat membantah bahwa hal tersebut adalah hoaks yang disebarkan pihak tak bertanggungjawab.

Selain itu di sejumlah titik di Banda Aceh dan Aceh Besar beredar spanduk penolakan kedatangan Anies ke tanah Serambi Mekkah. Bahkan tadi pagi, di kawasan Lambaro, Aceh Besar, sejumlah orang menggelar demo menolak kedatangan Anies.

"(Walau dijegal) akhirnya berjalan sesuai rencana dan kehangatan itu terasa sekali," tutup mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Rekomendasi