Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, di Batu Tulis, Bogor, Minggu (9/10). Salah satu yang dibahas menyangkut tentang Pemilu 2024.
Senior PDIP, Sidharto Danusubroto menolak komentar tentang pertemuan Jokowi dan Megawati. Namun dia membocorkan sejumlah kriteria tentang calon yang bakal diusung di Pemilu 2024 oleh PDIP.
"Ya kita harus mengawal ini sampai 2024, dan kita harapkan nanti pengganti beliau adalah orang yang meneruskan program dan legacy dari Pak Jokowi," ujar Sidharto di Gedung DPR, Jakarta, Senin (10/10).
Advertisement
Sidharto tak mau bicara soal sosok yang bakal diusung PDIP. Misalnya saja Puan Maharani atau Ganjar Pranowo. Namun menurut dia, tokoh tersebut harus seorang yang pancasilais.
"Pokoknya tokoh Pancasilais, tokoh yang prokebhinnekaan yang mampu meneruskan program dan legacy dari yang sekarang," imbuhnya.
Perihal rekan koalisi PDIP di 2024, Sidharto menolak komentar.
Advertisement
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri di Istana Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat pada Sabtu (8/10) lalu. Jokowi menyebut, ada pembicaraan Pemilu 2024 bersama Megawati.
Awalnya, Jokowi menjelaskan alasannya bertemu dengan pimpinan partai politik. Tujuannya, dalam rangka menjaga stabilitas politik dan keamanan di tengah masalah situasi global yang kompleks.
"Saya bertemu dengan ketua ketua partai utamanya dalam rangka menjaga titik karena situasi ekonomi global yang tidak jelas yang tidak pasti, yang sulit ditebak, sulit diprediksi, sulit dihitung, sulit dikalkulasikan," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/10).
"Sehingga stabilitas politik itu menjadi dan stabilitas politik dan keamanan itu menjadi sangat penting saat ini," sambungnya.
Advertisement
Jelang Pemilu 2024, Kepala Negara tak ingin situasi politik dan keamanan dalam negeri tidak stabil. Padahal ekonomi global sedang terguncang diikuti persoalan lain.
"Jangan sampai kita mau menjelang Pemilu padahal ada persoalan besar dalam ekonomi global terganggu ekonomi kita, itu yang kita enggak kehendaki sehingga saya intens berbicara dengan ketua-ketua partai untuk itu," ungkapnya.
Jokowi lalu mengaku pembicaraan Pemilu 2024 turut dibahas dengan Megawati. Dirinya tidak menutupi hal itu. "Termasuk juga untuk 2024 lah, kita enggak mungkin tutupi itu," ujar Jokowi.