Survei LSI: Elektabilitas Prabowo di Sumbar Tertinggi, Anies Peringkat Dua

Dari simulasi tertutup enam nama Capres, Prabowo mendapatkan 41 persen. Disusul Anies Baswedan 34,8 persen, Sandiaga Uno 6,5 persen, Ganjar Pranowo 5,1 persen, Ridwan Kamil 1,7 persen dan Airlangga Hartarto 0,1 persen. Sedangkan yang tidak menjawab mencapai 10,9 persen.

Ikhwan
Oleh Ikhwan - Reporter
Survei LSI: Elektabilitas Prabowo di Sumbar Tertinggi, Anies Peringkat Dua
Prabowo Temui Menhan Yunani. ©2022 Merdeka.com

Elektabilitas Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto masih kuat di tengah masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) sebagai menjadi Calon Presiden (Capres) 2024.

Baru-baru ini, Lembaga Survei Indonesia atau LSI mengumumkan hasil survei elektabilitas Prabowo Subianto sebesar 41 persen di Sumatera Barat.

Dari simulasi tertutup enam nama Capres, Prabowo mendapatkan 41 persen. Disusul Anies Baswedan 34,8 persen, Sandiaga Uno 6,5 persen, Ganjar Pranowo 5,1 persen, Ridwan Kamil 1,7 persen dan Airlangga Hartarto 0,1 persen. Sedangkan yang tidak menjawab mencapai 10,9 persen.

"Kalau dari simulasi empat nama tertutup, Prabowo Subianto tetap paling banyak dipilih mencapai 42,6 persen. Baru kemudian Anies Baswedan 31,1 persen, Sandiaga Uno 8,9 persen dan Ganjar Pranowo 6,5 persen. Yang belum menjawab masih kisaran 10,9 persen. Saat ini tingkat keterpilihan Prabowo Subianto secara konsisten unggul dibandingkan nama-nama lainnya," jelas kata Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan dalam keterangan pers yang diterima, Senin (14/3).

Adapun alasan masyarakat memilih Prabowo, karena dinilai tegas dan beriwibawa. Kemudian faktor lain karena paling populer dengan angka mencapai 100 persen diketahui, dan tingkat diskusi mencapai 76 persen.

Survei digelar pada 24 Februari hingga 3 Maret 2022. Adapun populasi survei adalah WNI di Sumbar yang memiliki hak pilih dalam Pemilu.

Sampel sebanyak 820 orang dengan metode multistage dan margin of error ± 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen dengan asumsi random sampling.

Sampel berasal dari seluruh 19 Kabupaten dan Kota di Sumbar yang terdistribusi secara proporsional. Wawancara tatap muka dilakukan oleh pewawancara yang telah dilatih terhadap responden terpilih.

Djayadi mengatakan, kendali mutu hasil wawancara dilakukan secara random pada 20 persen dari total sampel oleh supervisor lapangan dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Dalam kendali mutu ini tidak ditemukan kesalahan berarti.

Rekomendasi