Sekretaris Jenderal PPP Arwani Thomafi menegaskan, tidak ada pembahasan perombakan kabinet saat PAN bergabung dengan koalisi. Masuknya PAN, menurut Arwani, untuk mengkonsolidasikan kekuatan pemerintah.
"Di pertemuan tadi (kemarin) tidak ada membahas soal (reshuffle) itu," ujar Arwani kepada wartawan, Kamis (26/8).
Arwani mengatakan, saat ini koalisi pemerintah mengkonsolidasikan kekuatan. Khususnya untuk kerja penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.
"Jadi semangat kebersamaan, semangat persatuan menjadi poin penting bagi kita," ujarnya.
Kehadiran PAN dalam koalisi pemerintah dinilai memperkuat kebersamaan kekuatan politik. Yaitu dalam melakukan kerja-kerja politik saat pandemi Covid-19.
"Masuknya kekuatan politik baru atau siapapun itu untuk memperkuat kebersamaan seluruh kekuatan politik atau komponen bangsa di dalam melakukan kerja-kerja di masa pandemi Covid ini dan kerja-kerja pemulihan ekonomi nasional," ujar Arwani.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum DPP PAN Viva Yoga Mauladi mengatakan, kehadiran ketua umum Zulkifli Hasan di Istana saat Presiden Jokowi bertemu pimpinan parpol pro pemerintah, Rabu (25/8) menegaskan arah koalisi partainya.
"Tadi Ketua umum PAN Zulkifli Hasan didampingi Sekjen Eddy Soeparno hadir di Istana, bertemu dengan partai koalisi bersama Presiden Jokowi. Hadir sebagai partai koalisi pendukung pemerintah," kata Viva Yoga.
Dia mengatakan, PAN sejak kepemimpinan Zulkifli Hasan telah menegaskan sebagai partai politik pendukung pemerintah dan ikut sebagai partai koalisi.
Menurut dia, pertemuan para pimpinan parpol tersebut tidak membicarakan terkait komposisi kabinet karena merupakan kewenangan dan hak prerogatif Presiden.