Debat Publik Ketiga Pilwali Makassar digelar hari ini. Calon Wali Kota Makassar Irman Yasin Limpo bersama wakilnya, Andi Zunnun Armin NH menjanjikan penetapan upah minimum untuk pekerja perempuan akan lebih besar dari pekerja laki-laki.
None, sapaan Irman menilai beban pekerjaan yang ditanggung pekerja perempuan lebih berat. Di samping turut membantu perekonomian rumah tangga, pekerja perempuan juga tidak jauh dari kodratnya sebagai seorang istri dan ibu yang mengurus suami juga anak-anaknya.
"Sudah menjadi kodrat perempuan untuk mengalami menstruasi, menyusui, dan melahirkan. Sangat berat jika mereka bekerja sambil menyusui. Inilah alasan, kenapa upah mereka harus lebih tinggi dari laki-laki. Karena laki-laki tidak mengalami itu. Ini harus menjadi hitungan pemerintah dalam menetapkan upah minimum," kata Irman dalam debat publik ketiga yang digelar di Jakarta, Jumat (4/12).
Ia menegaskan, tak perlu ada kekhawatiran akan timbulnya masalah baru akibat kebijakan ini. Mengingat, jumlah perempuan jauh lebih besar dibanding laki-laki. Mereka juga memiliki kompetensi, yang memang dibutuhkan dunia kerja.
"Jika daya tawar ekonomi mereka lebih kuat, maka sistem kehidupan mereka pun akan lebih kuat," ujarnya.
Program dana hibah untuk warga RT, lanjut None, juga menjadi bukti keberpihakannya terhadap perempuan. Diketahui, ekonomi sekarang banyak ditopang oleh kaum perempuan yang bergelut dengan UMKM.
"Dana hibah ini bisa digunakan untuk meningkatkan kompetensi mereka, melatih mereka bagaimana menghasilkan produk berkualitas, dan bagaimana memasarkannya secara online," ungkapnya.
Selain keberpihakan terhadap perempuan, ia juga menyampaikan mengenai hak-hak kaum difabel yang harus dipenuhi pemerintah. Pemerintahan selama ini, belum mampu menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi kaum difabel.
"Minimal mereka tahu bahwa di depan mereka ada lubang, 20 meter dari mereka ada tiang listrik, ada keramaian. Pemerintah harus hadir, bagaimana menemukan sebuah teknologi di era kebaruan ini, sensor-sensor seperti itu yang bisa kita hadirkan. Kalau kami, pasti menghadirkan, bukan membanggakan sesuatu yang bersifat konsepsi semata, tetapi tidak ada solusi bagi kaum difabel," terang mantan Kepala Dinas Pendidikan Sulsel ini.
Sementara itu, paslon nomor urut 1 Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi Masse atau Danny-Fatma membahas soal kekerasan terhadap kaum hawa di tempat kerja. Fatma meminta para pekerja perempuan harus lebih berani bersuara untuk mencegah terjadi kekerasan.