Jokowi Disebut Jalankan Falsafah Sam Ratulangi Meski Bukan Putra Minahasa

"Ada falsafah terkenal dari Pahlawan Nasional asal Minahasa GSJJ Sam Ratulangi yaitu Si Tou Timou Tumou Tou atau manusia hidup untuk memanusiakan manusia lain. Banyak makna yang terkandung dari filosofi itu," jelas Michael kepada wartawan, Selasa (9/4).

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
Jokowi Disebut Jalankan Falsafah Sam Ratulangi Meski Bukan Putra Minahasa
Jokowi Kampanye di Asahan. ©2019 Merdeka.com

Wakil Kepala Rumah Aspirasi Jokowi-Ma'ruf, Michael Umbas menilai, karakter kepemimpinan calon presiden (capres) 01, Joko Widodo (Jokowi) ibarat bumi dan langit jika dibanding capres 02 Prabowo Subianto. Menurut dia, Jokowi selalu tampil penuh optimisme, menyatu dengan rakyat, menginspirasi dan visioner serta apa adanya. Sementara Prabowo cenderung menghadirkan pesimisme, emosional dan bahkan beberapa kali mengeluarkan kata-kata tak pantas.

Michael mengatakan, karakter kepemimpinan Jokowi terbentuk dari nafas dan jiwa arus bawah sebagaimana Jokowi sejatinya berasal.

"Ada falsafah terkenal dari Pahlawan Nasional asal Minahasa GSJJ Sam Ratulangi yaitu Si Tou Timou Tumou Tou atau manusia hidup untuk memanusiakan manusia lain. Banyak makna yang terkandung dari filosofi itu," jelas Michael kepada wartawan, Selasa (9/4).

Michael menambahkan, Jokowi menjalankan falsafah Sam Ratulangi dengan menghadirkan program dan kebijakan yang mengangkat derajat manusia dan rakyat Indonesia tanpa membeda-bedakan asal-usul dan identitas.

Meskipun karakter Minahasa sebagaimana disebut Prabowo mengalir dalam dirinya melalui darah ibunya, lanjut dia, tapi sesungguhnya falsafah Ratulangi yang mengusung konsep kemanusiaan yang tinggi tidak tampak dari Prabowo.

michael umbas bersama buruh SPN ©2019 Merdeka.com/istimewa


Sebut saja di Minahasa, kata Michael lagi, tidak ada budaya pemimpin marah-marah, membentak dan merendahkan yang lain apalagi rakyatnya sendiri. Nilai-nilai kultur keminahasaan yang meskipun egaliter, tapi tetap sarat akan penghargaan nilai-nilai kemanusiaan.

"Tidak ada dalam sejarah Minahasa pemimpin gebrak-gebrak meja lalu membentak dan menakut-nakuti," kata Michael yang juga putra Minahasa.

Kata Michael, Jokowi selalu menyampaikan bahwa demokrasi semestinya diisi kegembiraan. Bukan justru menakuti masyarakat atau menghadirkan narasi-narasi pesimisme.

Rekomendasi