Sejumlah atribut Partai Demokrat di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru Riau dirusak. Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) langsung bereaksi. SBY akhir pekan lalu tengah melakukan kunjungan ke Pekanbaru.
SBY kecewa dan sedih karena melihat banyak baliho dan bendera Partai Demokrat dirusak. Ada yang dibuang ke kali dan disobek menggunakan cutter.
Dalam beberapa video yang beredar, SBY terlihat menyusuri jalan melihat baliho dan bendera Demokrat yang dirusak. Berikut reaksi SBY saat melihat baliho Demokrat dirusak:
Advertisement
Terlihat dari video amatir yang tersebar di media sosial, dengan wajah terlihat kecewa SBY menyusuri jalan di mana bendera dan baliho Partai Demokrat dirobek dan dibuang ke parit. SBY yang menggunakan kemeja berwarna biru menghampiri baliho bergambar dirinya dan sang istri Ani Yudhoyono bertulisan 'Selamat Datang SBY & Ani' yang sudah rusak. Saat melihat baliho bergambar dirinya dan sang istri, SBY meletakkan salah satu tangannya di dada dengan ekspresi yang sangat kecewa dan raut muka sedih.
Dia juga menunjukkan wajah kecewa dan sedih saat melihat bendera partainya dibuang begitu saja ke dalam parit. Sedangkan bendera dari partai-partai lainnya masih terpasang kokoh tanpa ada kerusakan sama sekali. "Saya dapat laporan dari Sekjen, telah terjadi perobekan, perusakan, bahkan pembuangan baliho dan bendera Demokrat ke parit. Saya langsung turun untuk memastikan. Saya sedih melihat hampir seluruh atribut demokrat dirusak di sepanjang jalan ini," kata SBY.
Advertisement
Tak hanya bergambar SBY dan Ibu Ani, baliho gambar caleg yang di dalamnya juga ada gambar Ketua Komisi Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas juga ikut dirusak. SBY juga melihat langsung baliho bergambar Ibas tengah dalam kondisi tergeletak di tanah.
SBY hanya melihat baliho bergambar anaknya itu. Tak banyak kata, SBY terlihat hanya melihat sejenak kemudian melanjutkan perjalanan melihat baliho lain yang dirusak.
Advertisement
SBY sangat kecewa dengan perilaku sejumlah orang yang tega merusak baliho dan bendera Partai Demokrat. SBY heran kenapa ada perusakan baliho Demokrat.
"Saya bukan Capres (Calon Presiden), saya tidak berkompetisi dengan Bapak Jokowi. Saya hanya pemimpin partai. Berikhtiar, berjuang dengan cara yang baik dan amanah, sesuai yang diatur konstitusi dan undang-undang," kata SBY.
Advertisement
SBY mengaku punya bukti yang kuat terkait insiden pengrusakan atribut Partai Demokrat di Kota Pekanbaru. Atribut yang rusak berupa baliho, bendera serta umbul-umbul. Bahkan ada atribut yang dibuang ke parit.
"Kami punya evidence (bukti). Strong evidence (bukti yang kuat). Insya Allah membuka jalan siapa-siapa saja di balik aksi pengrusakan itu," kata SBY.
SBY menegaskan, tak pernah menuduh siapapun. Bahkan SBY merasa tak pernah menyebut partai manapun. "Saya tidak pernah menuduh PDI Perjuangan di balik apa yang dilakukan kemarin," kata SBY.
Advertisement
Polisi menangkap terduga pelaku perusakan atribut termasuk bendera Partai Demokrat di Kota Pekanbaru, Riau. Pria tersebut merusak sejumlah baliho ucapan selamat datang terhadap Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) serta bendera partai tersebut.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, terduga pelaku bernama Heryd Swanto (22) ditangkap oleh warga saat beraksi pada Sabtu (15/12) sekitar pukul 01.45 WIB. Terkait penyelidikan ini, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa pisau cutter, potongan atau sobekan baliho, serta empat bilah bambu dan kayu tiang bendera.