Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis data survei mengenai persepsi kondisi ekonomi di Indonesia dalam menentukan pemenang Pilpres 2019. Hasil survei tersebut menyatakan terdapat beberapa faktor terkait kondisi ekonomi yang menguntungkan pasangan Jokowi-Maruf.
Peneliti LSI Denny JA, Adrian Sopa mengatakan, petahana memiliki pemilih loyal di segmen agama minoritas. Adapula sebagian pemilih dari segmen agama minoritas yang menilai ekonomi buruk sebesar 52,2 persen sementara ke Prabowo-Sandiaga 43,5 persen.
Akan tetapi, kata dia, meski menilai ekonomi buruk, pilihan capres mereka tetap Jokowi-Maruf.
"Artinya segmen pemilih ini adalah pemilih loyal yang tidak terpengaruh oleh naik turunnya kondisi ekonomi Indonesia," kata Adrian di kantor LSI Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (27/11).
Tak hanya itu, Adrian menyebut Jokowi mempunyai pemilih loyal di beberapa wilayah di Indonesia. Seperti halnya pemilih yang tinggal di Indonesia terutama di Maluku dan Papua.
"Meski menilai ekonomi buruk, namun meraka tetap mendukung Jokowi-Maruf sebgai capresnya. Artinya dukungan terhadap capres tidak bergantung pada naik turunnya kondisi ekonomi," ujar dia.
LSI Denny JA melakukan survei nasional di 34 provinsi pada 10-19 November 2018 dengan melibatkan 1.200 responden dengan margin of error sebesar 2,8 persen. Wawancara dilakukan secara tatap muka menggunakan kuesioner terhadap responden yang terpilih melalui metode multistage random sampling.
Reporter: Ika Defianti
Sumber: Liputan6.com