Konsolidasi di Yogyakarta, PDIP Instruksikan Kader Dekati Kaum Milenial

Hal itu disampaikan Hasto dalam safari kebangsaan PDIP di jilid dua di Sleman, Yogyakarta, Senin (26/11). Hasto mendorong kader di Yogyakarta untuk berpolitik dengan kreativitas.

Ahda Bayhaqi
Oleh Ahda Bayhaqi - Reporter
Konsolidasi di Yogyakarta, PDIP Instruksikan Kader Dekati Kaum Milenial
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. ©2018 Merdeka.com

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menginstruksikan kepada kader supaya mendekati kelompok milenial atau muda. Caranya adalah mengubah citra partai agar mudah untuk mendekati milenial.

Hal itu disampaikan Hasto dalam safari kebangsaan PDIP di jilid dua di Sleman, Yogyakarta, Senin (26/11). Hasto mendorong kader di Yogyakarta untuk berpolitik dengan kreativitas.

"Apalagi Yogyakarta ini penuh dengan sosok kreatif," ucap Hasto.

Hasto menjabarkan salah satu caranya adalah mengajak mahasiswa untuk berkegiatan di kantor partai. Dia menyebut kalau bisa kantor partai dipermak agar cocok dengan anak muda.

Caranya adalah sedikit menambah warna pada merah yang sudah menjadi jati diri PDIP sejak lama.

"Merah itu warnanya strong. Jadi tak usah banyak-banyak. Kalau merah semuanya nanti kesannya sangar," kata Hasto.

Selain itu, DPP PDIP sudah menyediakan atribut pakaian partai bergaya milenial. Seperti tracksuit sampai kaos wajah banteng moncong putih yang disamarkan. Itu sudah dijual di toko daring 'redme', yang sudah beromzet Rp 100 juta per bulan.

Hasto menambahkan, DPD dan DPC bisa mengkreasikan atribut pakaian serupa. "Bangun sesuai nuansa lokal. Hadirkan kantor partai yang ramah, dapur, kamar mandinya bersih, internet baik. Sediakan ruang kreasi, perpustakaan dengan buku-buku Bung Karno," kata Hasto.

Senada, Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat mengingatkan betapa pentingnya suara milenial. Menurutnya, ada 50 persen pemilih berusia di bawah 30 persen. Maka itu, atribut partai pelan-pelan diubah sesuai selera kaum muda.

Dia pun menuturkan anak muda ini kebanyakan tak tertarik dengan partai politik. Meski sudah aktif menyuarakan dalam Pemilu Presiden. Djarot menyebut banyak anak muda memberikan dukungan lewat kelompok relawan Jokowi.

Tugas kader adalah mendekati para kelompok milenial demikian. Kader perlu meyakinkan bahwa partai memiliki kesamaan pandangan untuk memenangkan Jokowi. Cara pendekatannya adalah dengan meyakinkan bahwa PDIP adalah partai yang membawa Jokowi ke kursi RI 1.

"Tolong pilih Pak Jokowi tolong pilih partai yang membackup Pak Jokowi partai itu adalah PDIP," pungkasnya.

Rekomendasi