LSI sebut hoaks Ratna Sarumpaet bakal terus rugikan Prabowo jika polisi seret timses

Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Ikrama Masloman menyebut kasus hoaks Ratna Sarumpaet bakal berdampak lama terhadap elektabilitas pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Daya ledaknya lebih besar, ketimbang isu ekonomi yang menerpa paslon petahana.

Ahda Bayhaqi
Oleh Ahda Bayhaqi - Reporter
LSI sebut hoaks Ratna Sarumpaet bakal terus rugikan Prabowo jika polisi seret timses
Prabowo hadiri rakernas LDII. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Ikrama Masloman menyebut kasus hoaks Ratna Sarumpaet bakal berdampak lama terhadap elektabilitas pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Daya ledaknya lebih besar, ketimbang isu ekonomi yang menerpa paslon petahana.

"Kalau kita lihat memang daya ledaknya masih lebih tinggi dari isu lain. Memang kemarin masih ada isu ekonomi tapi memang kasus Ratna Sarumpaet membekas," ujarnya di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (23/10).

Menurutnya, dampak terhadap Prabowo-Sandiaga baru akan habis jika dalam proses penyelidikan polisi tak menemukan keterkaitan produksi hoaks Ratna dengan Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga. Sentimen terhadap Prabowo diyakini bakal berkurang.

"Kalau kita lihat 50 persen publik tahu tentang kasus ini. Kasus ini akan berhenti sejauh mana investigasi saya pikir. Saya pikir ketika investigasi ada temuan baru kejutan lain tentu ada dinamika dukungan," jelas Ikaram.

Tetapi, kalau polisi menyeret banyak pihak terutama dari kubu Prabowo, maka elektabilitasnya akan terus tergerus.

"Tetapi kalau diketahui kasus Ratna menyeret banyak pihak yang terlibat dalam Ratna tentu ada efek negatif," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyatakan kasus hoaks Ratna Sarumpaet secara nyata merugikan pasangan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Sekitar 17,9 persen responden menyatakan lebih tak mendukung Prabowo-Sandiaga.

"Kasus hoaks RS merugikan Prabowo. Ada 17,9 persen publik yang menjadi lebih tidak mendukung," ujar peneliti LSI Denny JA, Ikrama Masloman saat pemaparan survei di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (23/10).

Adapun survei memiliki responden 1.200 orang yang dipilih secara acak (multistage random sampling). Survei dilakukan pada 10-19 Oktober 2018 dengan metode wawancara tatap muka. Survei ini memiliki margin of error 2,8 persen.

Rekomendasi