Gerindra ragukan netralitas TNI, Polri dan PNS di Pilpres 2019

Dia mengungkapkan, mendapatkan video tersebut didapatkan melalui pesan elektronik Whats App. Dimana dalam video itu, kepala daerah menyisipkan kalimat bernada permintaan dukungan kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Gerindra ragukan netralitas TNI, Polri dan PNS di Pilpres 2019
Ahmad Riza Patria. ©2015 Merdeka.com

Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria meragukan tercapainya netralitas TNI, Polri dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pilpres 2019. Keraguan ini muncul usai dia mendapatkan video terkait penyerahan dana bantuan oleh salah satu kepala daerah.

"Biar pemerintah sampaikan berkali-kali netral tapi aparat ini paham siapa pemimpinnya. Memang Pak Jokowi enggak perintah, tapi ada kreativitas di bawah," katanya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (26/9).

Dia mengungkapkan, mendapatkan video tersebut didapatkan melalui pesan elektronik Whats App. Dimana dalam video itu, kepala daerah menyisipkan kalimat bernada permintaan dukungan kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

"Ini kemarin saya dapat WA ada pilih Pak Jokowi ya, padahal bupati lho. Harus Pak Jokowi yang sampaikan TNI Polri, PNS, netral. Maksudnya baik mendukung pemimpinnya tapi dengan cara-cara yang tidak baik. Ini yang harus diperhatikan," jelasnya.

Riza pun meminta Jokowi juga memperhatikan merosotnya indeks demokrasi di Tanah Air. Padahal, sejak 2004 lalu bangsa Indonesia bangga menjadi negara demokratis ketiga di dunia.

"Sekarang harus diingatkan presiden dan pemerintah untuk menaikkan indeks demokrasi kita. Saya punya keyakinan sisa setahun ini mampu mengembalikan," tutupnya.

Halaman
Rekomendasi