Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding membantah nama mantan Panglima TNI Jenderal Purn Gatot Nurmantyo dan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Purn Moeldoko dipertimbangkan menjadi ketua tim kampanye nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Namun, dia mengakui dua nama tersebut beredar di media sosial sebagai calon ketua TKN Jokowi-Ma'ruf.
"Enggak pernah. Kalau di medsos iya," kata Karding saat dihubungi merdeka.com, Kamis (23/8).
Koalisi Indonesia Kerja, kata Karding, juga tidak pernah membahas nama Gatot dan Moeldoko sebagai kandidat ketua TKN. Sebab, KIK sudah sepakat menyerahkan keputusan soal ketua TKN kepada Jokowi dan Ma'ruf.
"Kami tidak pernah membahasnya. Sesuai komitmen ketua tergantung pak Jokowi. Siapa saja kami dukung full," tegas Karding.
Pihaknya tidak melihat ketua TKN Jokowi-Ma'ruf harus berasal dari unsur militer untuk mengimbangi koalisi pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang disebut menunjuk mantan Panglima TNI Jenderal Purn Djoko Santoso sebagai ketua tim pemenangan. Bagi KIK, baik sosok dari militer dan sipil sama bagusnya.
"Tidak harus mendikotomikan kemampuan-kepemimpinan civil militer, militer bagus-bagus, civil juga bagus. Jadi tergantung pak Jokowi," tandasnya.
Sebelumnya, Wakorbid Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan Koalisi Indonesia Kerja tengah mempertimbangkan sosok dari unsur militer menjadi ketua tim kampanye nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Nama mantan Panglima TNI Jenderal Purn Gatot Nurmantyo dan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Purn Moeldoko dipertimbangkan.
Pertimbangan sosok dari unsur militer untuk mengimbangi strategi koalisi pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang disebut bakal menunjuk mantan Panglima TNI Jenderal Purn Djoko Santoso sebagai ketua tim pemenangan.
"Bisa. Bisa Gatot, bisa pak Moeldoko dan bisa yang lainnya," kata Bamsoet.