Parpol pendukung Joko Widodo tak gentar melawan koalisi partai duo jenderal yakni Gerindra dan Demokrat yang dipimpin Prabowo Subianto dan Susilo Bambang Yudhoyono. Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade menanggapi santai hal itu. Menurutnya Gerindra makin optimis untuk memenangkan Pilpres 2019.
"Kalau dia optimis sih kami optimis menang, apapun apa kata kubu pak Jokowi kita maklumi kubu sana percaya diri, karena kami juga optimis, insya Allah menang," kata Andre saat dihubungi merdeka.com, Kamis (2/8).
Justru, kata Andre, kubu Jokowi yang panik. Sebab sampai saat ini Jokowi belum mengumumkan siapa cawapresnya. Padahal Jokowi sering menyebut cawapresnya sudah di kantong. Hal ini terlihat bahwa Jokowi menunggu siapa yang dipinang oleh Prabowo.
"Karena sampai sekarang katanya (Jokowi) sudah di kantong saya, sudah beres, kenapa nunggu akhir-akhir tanggal 9 atau tanggal 10? Kenapa harus menunggu siapa yang dipilih pak Prabowo? Ini kan ada kekhawatiran kubu pak Jokowi, kalau kubu pak Jokowi enggak khawatir sudah yakin menang ya sebelum pendaftaran sudah mengumumkan, ini enggak percaya diri, nunggu calon pak Prabowo dulu," ujarnya.
Andre melanjutkan, saat ini cawapres Prabowo sudah mengerucut tiga nama. Yakni Ustaz Abdul Somad, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri dan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
"Ya itu yang dibilang pak Fadli (Waketum Gerindra) pak Salim, ustaz Abdul Somad dan AHY," tandasnya.
Sebelumnya, Arsul Sani selaku Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berpendapat mengenai koalisi Demokrat-Gerindra. Menurutnya mereka tidak akan gentar meskipun lawannya adalah dua orang Jenderal.
Arsul mengaku mendapat pesan dari Jokowi dalam menyikapi koalisi yang dibangun Prabowo Subianto dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu. Yang pertama, kata Arsul, Jokowi menyampaikan agar para partai koalisi pendukung tetap berkonsentrasi jelang pileg dan pilpres.
"Kita sersan saja lah, serius tapi santai," ungkap Arsul usai menggelar pertemuan dengan Jokowi di Grand Garden Resto, Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Selasa, 31 Juli 2018.