Cagub dan Cawagub usungan Gerindra, PKS dan PAN Sudrajat-Ahmad Syaikhu kalah dari pasangan nomor urut satu Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) di Pilgub Jawa Barat. (PKS). Kekalahan pasangan yang dikenal dengan sebutan Asyik itu telah diakui salah satu partai pengusung.
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pun tak ingin menanggapi hal tersebut secara serius. Sebab, dia mengatakan real count dari KPU baru berjalan 80 persen.
"Ya saya kira itu mungkin, saya tak mengerti itu. Tapi saat statement dikeluarkan, laporan yang diterima ke saya real count baru 80 persen," kata Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Sabtu (7/7).
Oleh karena itu, dia masih menunggu keputusan yang secara resmi atau selesai sampai 100 persen. Meski belum tentu langsung diterimanya.
"Jadi kita sudah koreksi dari tim sukses, kita masih mau menunggu sampai selesai 100 persen dan kita akan pelajari kalau ada penyimpangan yang berarti," ujarnya.
Sementara itu, dia menegaskan meski berbeda sikap, Prabowo menjamin partainya dan PKS tetap solid dalam koalisi.
"Ya insya Allah kalau 1 atau 2 orang punya sikap, ya itu bisa saja, kita harus hadapi, kan kita sudah lama jadi orang Indonesia, anda paham kan, masa anda enggak paham," ujarnya.
Seperti diketahui, berdasarkan hasil hitungan internal PKS, Ridwan Kamil meraih suara terbanyak 7.175.804 atau 32,9 persen. Sedangkan Sudrajat - Ahmad Syaikhu memperoleh 6.302.254 suara atau 28,9 persen. Di posisi ketiga, pasangan Deddy Mizwar - Dedi Mulyadi dengan raihan 5.610.051 atau 25,7 persen. Sedangkan pasangan Tubagus Hasanuddin - Anton Charliyan berada di posisi terakhir dengan raihan suara 2.754.631 atau 12,6 persen.