Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan melakukan investigasi terhadap hasil penghitungan suara Pemilihun Gubernur Jawa Barat (Pilgub Jabar). Investigasi akan dilakukan sebab hasil akhir hitung cepat (quick count) meleset dari hasil survey selama ini.
Survei sebelumnya menempatkan pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi di urutan kedua, namun hasil quick count menyatakan pasangan calon nomor urut 4 tersebut ada posisi ketiga.
"Ya tentu saat ini masih banyak yang perlu kita pelajari, telusuri dan investigasi. Kami tentu dari Partai Demokrat, Kogasma juga ingin tahu lebih banyak apa yang terjadi di lapangan," kata Agus, di Wisma Proklamasi, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (27/6).
AHY mengungkapkan, pasangan Duo DM tersebut biasanya selalu bertengger di urutan 1 atau 2 dalam survei-survei yang dilakukan sejumlah lembaga.
"Bahwa jelang akhir babak dari pilkada di Jabar khususnya pilgub, posisi calon yang kita rata-rata di urutan satu atau dua, memang beda tipis dengan pasangan calon no urut 1, lebih banyak memang masih dalam rentang marjin of eror," ujarnya.
AHY mengaku terkejut dengan hasil quick count yang menempatkan pasangan urut no 3 yaitu Sudrajat-Ahmad Syaikhu tiba-tiba menyalip ke posisi kedua.
"Mengejutkan memang adanya peningkatan signifikan dari pasangan calon no 3 yang menurut kami mendapat peningkatan suara yang luar biasa di hari pencoblosan ini."
AHY mengungkapkan pihaknya telah mengantongi beberapa temuan di lapangan. Namun investigasi tidak bisa dilakukan sekarang sebab masih harus menunggu hasil akhir penghitungan resmi.
"Banyak faktor mungkin yang bisa kami dapatkan dari lapangan, tapi nggak mungkin akan saya cari tahu sekarang karena belum usai betul, tapi tentunya tugas kami semua untuk mendapatkan informasi dan juga paling penting pembelajaran jika ada kesuksesan di sana sini tentu kami syukuri sebagai sebuah bentuk kerja keras, tapi kalau ada kegagalan tentu harus kita pelajari mengapa dan mudah-mudahan itu yang bisa dijadikan pelajaran untuk perjuangan berikutnya."