NasDem ibaratkan Cak Imin sebagai balerina politik ingin mencuri perhatian Jokowi

Sekretaris Jenderal Partai NasDem Jhonny G Plate menyebut manuver Cak Imin bertujuan untuk mendapatkan efek elektoral. Dia mengibaratkan Cak Imin sebagai seorang balerina. Cak Imin tengah mempertontonkan manuver politik agar mendapat perhatian dari partai pendukung Jokowi dan masyarakat.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
NasDem ibaratkan Cak Imin sebagai balerina politik ingin mencuri perhatian Jokowi
Milad Pemuda Muhammadiyah. ©2018 Liputan6.com/JohanTallo

Sekretaris Jenderal Partai NasDem Jhonny G Plate menganggap pernyataan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang menyebut Joko Widodo bakal kalah jika tak memilihnya sebagai calon wakil presiden, bukan sebagai sebuah ancaman. Ucapan Cak Imin sapaan Muhaimin dinilai hanya bagian manuver politik biasa.

"Enggak ada ancam-ancaman politik tadi," kata Jhonny di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/5).

Jhonny menyebut manuver Cak Imin bertujuan untuk mendapatkan efek elektoral. "Cak imin mau bikin bermanuver untuk elektoral Cak imin bagus tapi yang kita tahu apa? Akhirnya nanti soft landing. Soft landing politik, mendarat yang halus dan lancar itu yang perlu," terangnya.

Dia mengibaratkan Cak Imin sebagai seorang balerina. Cak Imin tengah mempertontonkan manuver politik agar mendapat perhatian dari partai pendukung Jokowi dan masyarakat.

"Seorang balerina di satu titian yang licin dia menari di situ. Semakin licin semakin lemah gemulai semakin indah dilihat, itu lah demokrasi kita yang saat ini sedang berkembang," jelas dia.

Sebelumnya, saat meresmikan posko Cak Imin Untuk Indonesia (Cinta) sebagai wadah untuk relawan Jokowi-Cak Imin (Join) di Denpasar, Cak Imin, menceritakan alasannya untuk maju menjadi Cawapres.

Pertama, karena PKB memiliki 11 juta suara. Kedua, karena keinginan ulama dan kiai untuk maju menjadi Cawapres 2019.

"Saya punya 11 juta suara di PKB, yang kedua kalangan ulama memerintahkan saya seperti itu. Ini semua berawal dari kalangan Ulama dan Kiai yang memerintah saya. Saya tidak tahu perintahnya kok jadi Wapres. Kemudian, saya tanya kenapa tidak diperintah jadi Presiden. Iya sudah kita jalankan saja," jelasnya.

Kemudian, dia menyebut Jokowi bisa kalah jika bukan cawapresnya adalah dirinya. Hal itu dibenarkan, sebab PKB mempunyai 11 juta suara yang nantinya tidak akan memilihnya.

"Kalau Bapak Jokowi tidak mengajak saya Wapres, itu bisa kalah. Iya PKB tidak memilih, dan 11 juta (suara) tidak memilih," ujarnya.

Rekomendasi