PKS anggap wajar jika PAN tak ikhlas lepas kursi cawapres Prabowo

"PKS wajib perjuangkan kadernya. Keputusan final ada pada pihak yang akan berkoalisi," ucap Abdul.

Muhammad Genantan Saputra
PKS anggap wajar jika PAN tak ikhlas lepas kursi cawapres Prabowo
Ketua MPR Zulkifli Hasan. ©2018 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Ketua DPP PAN Viva Yoga Mauladi menegaskan partainya tak ikhlas jika cawapres ketua umum Gerindra Prabowo Subianto berasal dari PKS. PAN pun masih memperjuangkan Ketua Umum Zulkifli Hasan untuk maju.

Lihat juga berita tentang Prabowo Subianto di Liputan6.com

"Pernyataan Ferry (Wakil Ketua Umum Gerindra) yang menyatakan PAN ikhlas jika cawapres Prabowo dari PKS itu tidak benar. Ferry sebaiknya berhati-hati dan menahan diri jika menilai partai politik lain," kata Viva Yoga dalam keterangannya, Rabu (2/5).

Menanggapi itu, Wasekjen PKS Abdul Hakim menilai hal tersebut wajar. Sebab tiap partai berhak memperjuangkan kadernya.

"Sangat wajar jika masing masing partai perjuangkan calon nya masing masing. Tunggu saja perkembangan berikutnya," kata Abdul lewat pesan kepada merdeka.com, Kamis (3/5).

Begitu pula PKS yang mendorong 9 kadernya untuk jadi cawapres Prabowo. Menurutnya, untuk capai kesepakatan final akan dirembuk bersama mitra koalisi.

"Hak setiap partai untuk usulkan kadernya. PKS wajib perjuangkan kadernya. Keputusan final ada pada pihak yang akan berkoalisi," ucap Abdul.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry Juliantono menilai PAN akan ikhlas, sebab kesepakatan koalisi mengesampingkan keinginan pribadi. PAN sendiri menjagokan Ketum Zulkifli Hasan untuk maju jadi cawapres Prabowo.

"Gak ada bargaining lah ikhlas ikhlas, kan kalo Gerindra, PKS, PAN sudah biasa mengedepankan sesuatu yang lebih penting, lebih besar di atas ego kita masing masing, pasti ketemu lah, udah tanyain aja pak Jokowi cawapresnya siapa," ucapnya di Sekber Gerindra-PKS The Kemuning, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (2/5).

Rekomendasi