Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN) dikabarkan akan bergabung dengan parpol koalisi pendukung capres Joko Widodo atau Jokowi. Jika PAN dan Demokrat bergabung, maka nama kandidat cawapres untuk Jokowi kemungkinan bertambah.
Ketua Umum (Ketum) PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang gencar mensosialisasikan dirinya sebagai cawapres Jokowi tak merasa khawatir peluangnya akan mengecil. Akibat dari bertambahnya saingan memperebutkan posisi cawapres.
Cak Imin tetap percaya diri dan yakin akan dipilih Jokowi sebagai cawapres. Dia mengatakan bertambahnya parpol koalisi tak signifikan jika dikaitkan dengan potensi atau peluangnya mendampingi Jokowi.
"Tentu saja tidak signifikan karena kami punya organik-organik yang bergerak dengan signifikan dan nanti bisa diuji melalui perkembangan signifikansi dan dukungan kekuatan kita," jelasnya di Jalan Tebet Barat VIII, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (10/4).
Menurutnya tak masalah jika PAN dan Demokrat bergabung dengan koalisi Jokowi. Karena semakin banyak parpol yang bergabung bersama koalisi justru semakin baik.
"Tolong dicatat. Hari ini pun kami tetap ada dalam koalisi. Dan tentu dengan bertambahnya siapa pun mau Demokrat mau PAN tentu akan menambah kekuatan," paparnya.
Jika ia dipilih sebagai cawapres oleh Jokowi, Cak Imin mengatakan pihaknya memiliki kekuatan besar yang bisa mendongkrak perolehan suara. Ia berasal dari kelaurga besar NU dan berasal dari latar belakang pesantren. Selain itu NU juga memiliki organisasi kepemudaan dan perempuan yang siap memberi kontribusi.
"Ini akan dorongan-dorongan yang akan bergerak di masyarakat," ujarnya.
"Tentu saja saya sangat mendeteksi posisi dan kondisi konstituen PKB sekaligus daya dukung masyarakat. Nampaknya dengan dukungan resmi PKB ke Pak Jokowi hari ini melalui dukungan pasangan Jokowi-Muhaimin saya sangat optimis kekuatan kemenangan dan pemenangannya akan sangat mudah," lanjutnya.
Ia juga menegaskan bahwa para Nahdliyin adalah kekuatan. Dan ia pastikan suara mereka akan jatuh ke pasangan Jokowi-Muhaimin.
"Karena kami yakin Nahdliyin NU adalah kekuatan seluruh umat Islam akan berada di bawah JOIN (Jokowi-Muhaimin)," ujarnya.
Agar peluangnya semakin besar sebagai cawapres Jokowi, Cak Imin mengatakan terus melakukan penjajakan dengan pimpinan parpol pengusung lainnya seperti Golkar, PDIP, PPP, Hanura, dan NasDem. Menurutnya parpol akan mempertimbangkan pendamping Jokowi dari cawapres yang memiliki potensi elektoral terbesar.
"Yang paling penting semua sudah saling memahami siapa yang berkontribusi elektoral terbanyak untuk Bapak Jokowilah yang akan pasti jadi pertimbangan. Tapi di sisi yang lain kebutuhan yang melengkapi rangakaian keberhasilan lima tahun ini adalah prioritas saya untuk melengkapi dan menjelaskan ini menjadi keyakinan partai-partai koalisi," tutupnya.