Beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS yang bertugas di RSUD RA. Kartini Kabupaten Jepara nekat berfoto bersama Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Padahal sudah ada larangan dari Panwaslu agar PNS tak berfoto bareng calon kepala daerah. Ganjar pun mempertanyakan larangan tersebut.
Kejadian berawal saat Ganjar menjenguk Sayekti, saudara Relawan Dulur Ganjar yang menderita gagal ginjal. Usai menjenguk dan berbincang dengan Sayekti, Ganjar berjalan keluar dari ruang perawatan. Di lorong, beberapa ASN meminta Ganjar berhenti dan foto bersama. Namun saat Ganjar berhenti, Arifin, anggota Panwaslu Jepara melarang ASN tersebut untuk foto bersama.
"Bu..Bu..Jangan foto dengan Cagub. Dilarang undang-undang," kata Arifin.
Mendengar larangan tersebut, Ganjar meminta Arifin menunjukkan dasar hukumnya. "Ini pak, disebutkan tidak boleh posting di media atau mengarahkan dukungan kepada calon. Sudah mengarah pada politik praktis," ujarnya.
Mendengar jawaban tersebut, Ganjar menegaskan bahwa ada dua hal yang berbeda antara foto bersama dengan unggahan di media sosial. Dia kembali bertanya para ASN yang sudah antre untuk foto bersama.
"Berani foto dengan saya?. Kalau berani, ya ayo," kata Ganjar.
Menurut Ganjar, para pembuat aturan perlu memikirkan ulang agar tidak memisahkan jalinan silaturahmi.
"Kalau buat koleksi pribadi apa salah? Pembuat aturan harus mengerti bahwa silaturahmi itu juga penting. Saya itu kan termasuk yang pertama kena itu, istri saya yang ASN tidak boleh mendampingi, kan aneh," paparnya.
"Mereka itu ASN, soal pengaruh memengaruhi, pilihan sudah dewasa. Dipaksa saja belum tentu mau milih. Panwas mestinya melihat secara proporsional, jangan dibatasi untuk yang seperti itu. Nanti pilkada jadi enggak asyik," terangnya.
Ganjar mengaku terusik saat menginap di rumah pribadi salah satu warga. Ada anggota Panwas yang masuk hingga ruang makan dan memfotonya. Lebih baik, lanjutnya, Panwas ikut secara terbuka dan masuk ke dalam forum yang diikuti pasangan calon dan menyampaikan larangan serta hal-hal yang boleh dilakukan.
"Ya kalau lagi makan difoto sama orang yang tidak dikenal rasanya gimana gitu, kok seperti nyari apa," jelas Ganjar.