Masinton sebut sindiran partai biang kerok sebagai gerakan politik

Menurutnya, publik telah cerdas dalam merespons tudingan-tudingan kepada PDIP. Lagipula, kata Masinton, banyak tuduhan yang akhirnya tidak terbukti. Hal ini dibuktikan dengan tetap tingginya elektabilitas PDIP di Pemilu.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Masinton sebut sindiran partai biang kerok sebagai gerakan politik
Masinton Pasaribu. ©2017 dok foto dok ri

Politikus PDI Perjuangan Masinton Pasaribu menilai sindiran Persaudaraan Alumni (PA) 212 soal ada partai penguasa berwarna merah menjadi biang kerok dari segala kekacauan di Indonesia merupakan gerakan politik. Tujuannya adalah untuk mencari kekuasaan.

"Ya disatu sisi itu kan gerakannya gerakan politik ya," katanya saat dikonfirmasi merdeka.com, Senin (29/1).

Masinton menyerahkan kepada publik jika sindiran itu ditujukan kepada PDIP. Menurutnya PDIP sudah sering dihantam isu miring, mulai dari partai komunis, hingga disebut partai yang tak ramah dengan umat Islam.

"Ya publik kan yang menilai ya. Selama ini PDIP dituduh apa-apa sudah kalau bagi kita biasa lah ya. Dituduh apa? Dituduh PKI, dituduh anti Islam, dituduh macam-macam lah terus kemudian dituduh biang kerok, kan publik yang melihat," tegasnya.

Menurutnya, publik telah cerdas dalam merespons tudingan-tudingan kepada PDIP. Lagipula, kata Masinton, banyak tuduhan yang akhirnya tidak terbukti. Hal ini dibuktikan dengan tetap tingginya elektabilitas PDIP di Pemilu.

Publik hari-hari ini sudah sangat mengerti dan pintar menilai tudingan-tudingan. "Selama ini toh tudingan-tudingan terhadap PDIP itu macam-macam lah. Iya toh kepercayaan rakyat terhadap PDIP kan bisa kita lihat saat pemilu ke pemilu," klaimnya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif mengatakan ada satu partai yang menjadi biang kerok dari segala kekacauan di Indonesia. Partai itu, kata Slamet, merupakan salah satu partai penguasa di negeri ini.

"Ada satu partai yang menurut kami menjadi target utama kami untuk tinggalkan karena bagi kami partai tersebut biang kerok dari persoalan di bangsa dan negara ini," kata Slamet dalam konferensi pers hasil Musyawarah Nasional (Munas) ke I Ulama, Tokoh dan Aktivis 212 di Masjid Al Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (27/1).

"(Partai mana?) Ya pura-pura enggak tahu. Partai yang berkuasa saat ini, bajunya sama dengan TvOne tapi hatinya berbeda," ucapnya.

Rekomendasi