Melirik Dedi-Deddy sebagai pasangan alternatif di Pilgub Jabar

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar bisa menjadi pasangan alternatif di Pilgub Jawa Barat. Partai Gerindra membuka peluang menduetkan keduanya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Melirik Dedi-Deddy sebagai pasangan alternatif di Pilgub Jabar
Dedi Mulyadi. ©2017 Merdeka.com

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar bisa menjadi pasangan alternatif di Pilgub Jawa Barat. Partai Gerindra membuka peluang menduetkan keduanya.Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mudjahid menuturkan bukan mustahil keinginan menduetkan keduanya terwujud. Sodik mengaku partainya mencari pasangan yang terbaik."Tidak mustahil (Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi) karena kita kembangkan terus koalisi dan cari pilihan paslon baru yang lebih baik," kata Sodik saat dihubungi, Rabu kemarin.Saat ini, Gerindra masih mengukur elektabilitas Deddy dengan kader PKS yang juga Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu, sebagai pasangan yang sementara ini diusung Partai Gerindra dan PKS."Nah Deddy-Syaikhu akan 'diadukan' dengan pasangan baru, mana yang lebih potensial untuk menang," terangnya.Kendati demikian, Gerindra belum memutuskan bakal calon pasangan yang akan diusung. Soal sosok Dedi, Sodik enggan berkomentar lebih lanjut. "Ya setiap calon ada plus minusnya," tandasnya.Saat dikonfirmasi, Dedi mengaku belum memikirkan pasangan yang cocok mendampinginya. Golkar hanya memerintahkan dirinya untuk mencari mitra koalisi."Kita kan baru menetapkan rekomendasi calon gubernur dari provinsi Jawa Barat yang berasal dari Partai Golkar. Setelah rekomendasi ini, baru kita bicara mitra koalisi partai gitu loh," ujarnya.Setelah urusan rekomendasi dan mitra koalisi selesai, Dedi mengklaim baru akan berbicara mengenai calon pasangannya. Namun Dedi mengakui sering menjalin komunikasi dengan Ketua Gerindra Jawa Barat Mulyadi sebagai bagian dari tugas penjajakan koalisi."Kita bicara perahu baru bicara pasangan. Pasangan mana yang disepakati perahu yang sama-sama membuat komitmen dan kesepakatan politik," tukasnya.Selain dengan Gerindra, Dedi juga rutin berkomunikasi dengan PDIP. Langkah politik Dedi ini tak lepas dari rekomendasi DPP Partai Golkar yang menugasinya untuk membangun dan mencari mitra koalisi, termasuk bakal calon wakil.Sementara itu, Deddy Mizwar dalam sebuah kesempatan mengaku belum tentu duet dengan Dedi terwujud."Belum tentu. Belum secara intens (melakukan komunikasi). Belum tentu mau (diduetkan) dan belum tentu wacana itu terjadi," kata Deddy, Senin (2/10).Sejauh ini hubungan Deddy Mizwar dengan Partai Gerindra Jabar tidak terlalu harmonis. Penyebabnya pernyataan Ketua DPD Gerindra Jabar Mulyadi yang menarik dukungan untuk pasangan Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu. Hal itu memunculkan banyak spekulasi bila Deddy Mizwar bakal ditinggal Gerindra.Menurut Deddy, untuk merealisasikan wacana tersebut tentu membutuhkan proses panjang. Sejauh ini arah koalisi dengan Partai Golkar terbilang jarang. Sehingga harus kembali dijajaki, yang mana itu belum juga tentu disetujui Partai Golkar."(Wacana atau simulasi Golkar) perlu pembahasan jauh. Karena juga harus komunikasi dengan partai-partai lainnya," ujarnya.

Rekomendasi