Agun Gunandjar jadi ketua Pansus Angket KPK karena didukung PDIP

Anggota Fraksi Partai Golkar Agun Gunandjar terpilih menjadi Ketua Pansus Angket KPK. Agun mengatakan dirinya terpilih berdasarkan usulan dari PDIP. PDIP mempercayakan Golkar untuk memimpin Pansus angket KPK karena alasan tertentu. Namun, PDIP meminta satu tempat di kursi wakil ketua pansus.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Agun Gunandjar jadi ketua Pansus Angket KPK karena didukung PDIP
Agun Gunanjar Sudarsa. ©2012 Merdeka.com

Anggota Fraksi Partai Golkar Agun Gunandjar terpilih menjadi Ketua Pansus Angket KPK. Agun mengatakan dirinya terpilih berdasarkan usulan dari PDIP. PDIP mempercayakan Golkar untuk memimpin Pansus angket KPK karena alasan tertentu. Namun, PDIP meminta satu tempat di kursi wakil ketua pansus. "Diawali PDIP yang meyampaikan bahwa beliau mengharapkan untuk penanganan angket ini, mungkin untuk kesibukan dan sebagainya. Beliau lebih mempercayakan kepada Golkar untuk memimpin. Tapi beliau mengusulkan kami tetap jadi wakil ketua," kata Agun di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (7/6).Usulan PDIP itu direspons anggota fraksi sekaligus Ketua Komisi III Bambang Soesatyo. Menurut Agun, Bambang menyatakan Fraksi Golkar bersedia mengemban tugas menjadi Ketua Pansus apabila seluruh fraksi setuju. "Dilanjutkan Pak Bambang. Kami dari FPG berterimakasih atas usulan PDIP sepanjang seluruh fraksi sepakat bulat tanpa ada keberatan. Kami juga menerima Ibu Risa sebagai wakil ketua," jelasnya. Bambang, dikatakan Agun, juga mengusulkan agar 2 wakil ketua lainnya berasal dari Fraksi Partai NasDem dan Hanura. Akhirnya, rapat memutuskan memilih anggota Komisi III dari Fraksi NasDem Taufiqulhadi dan dari Fraksi Hanura Dossy Iskandar sebagai wakil Ketua Pansus mendampingi Agun. "Bahkan Golkar mengusulkan, tanpa mengurangi hak-hak partai lain, kami mengusulkan agar wakil ketuanya dari NasDem sama dari Hanura," ujarnya. Satu per satu fraksi pun menyampaikan pandangannya. Fraksi NasDem dan Hanura tak keberatan dengan usulan dari Bambang. "Setelah itu bergilir yang lain. Dari hanura menyampaikan pada prinsipnya kami menerima semua usulan itu dan kami siap. Begitu pula dengan Nasdem, begitu juga PPP, kami makmun dan itu termasuk usulan kami," ungkapnya. Agun mengklaim sama sekali tidak mengetahui pertimbangan Golkar memilihnya sebagai Ketua Pansus. Menurutnya, apabila hal itu menjadi penugasan dari Golkar maka harus siap melaksanakan. "Saya enggak tahu. Makanya saya agak gagap juga. Yang jelas buat saya, saya orang yang memang kalau itu sudah penugasan partai, siap. Walaupun fraksi sudah juga rapat, bicara," klaimnya. "Yang jelas secara pribadi saya menyampaikan saya melihat banyak hal yang harus dan bisa diselesaikan untuk mengatasi banyak persoalan di negeri ini. Ada sejumlah hal yang menurut kami perlu perbaikan," sambung Agun.

Rekomendasi