Sekretaris Jenderal PPP kubu Rommahurmuziy, Arsul Sani mengatakan, pemecatan yang dilakukan Ketua Umum PPP Muktamar Jakarta Djan Faridz kepada Abraham Lunggana (Lulung) tidak berdampak pada keanggotannya di partai atau jabatan di DPRD DKI Jakarta. Sebab, kata Arsul, Djan tidak memiliki Surat Keputusan (SK) Kepengurusan PPP yang sah. Artinya, Djan tidak memiliki wewenang untuk memecat kader PPP. "Mengacu pada pasal 23 UU parpol pemecatan yang dilakukan Djan Faridz, tidak membawa implikasi yuridis terhadap keanggotaan Pak Lulung maupun kedudukan Pak Lulung di DPRD kenapa? Karena secara yuridis Pak Djan Faridz enggak bisa mecat. Secara yuridis loh kan dia enggak megang SK," kata Arsul di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (15/3).Selain itu, menurutnya, sejak kepengurusan Muktamar Pondok Gede terbentuk, Lulung sudah tidak lagi menjabat sebagai Ketua DPW PPP DKI Jakarta. PPP telah menggelar Musyawarah Wilayah DKI Jakarta dan menunjuk Abdul Aziz sebagai Ketua DPW PPP DKI Jakarta. "Nah hanya Pak Lulung katakan lah dari sisi pengurus hasil Muktamar Pondok Gede kan sudah bukan ketua DPW PPP. Karena sudah muswil sekitar 6-8 bulan lalu yang menghasilkan kepengurusan baru di bawah Pak Abdul Aziz. Kalau keanggotaan dan statusnya ya tetap," jelasnya. Namun, Arsul membantah pihaknya telah memecat Lulung dari jabatan Ketua DPW PPP DKI Jakarta. Penunjukkan Abdul Aziz menggantikan posisi Lulung merupakan amanat dari Muswil. "Kalau Pak Lulung bilang sudah pernah dipecat dari Romi enggak dipecat. Yang ada bahwa dia tidak lagi jadi ketua DPW karena ada musyawarah wilayah kita enggak hobi mecat-mecat orang," klaimnya. Anggota Komisi III DPR ini menambahkan, PPP tidak ingin gelaran Pilkada 2017 kembali menimbulkan konflik di internal partai. Semisal, Lulung yang berbeda sikap politik dengan mendukung pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Sementara, Djan telah mengumumkan dukungannya ke pasangan Basuki T Purnama-Djarot Saiful Hidayat. "Ya enggak lah. Kita sudah bertekad bahwa Pilkada ini jangan membuat luka di PPP yang sebetulnya sudah mengering itu menjadi berdarah-darah. Itu sudah jadi tekad kita," imbuhnya. Dia menyayangkan sikap Djan yang memecat Lulung karena membelot dari keputusannya mendukung Ahok-Djarot. Dari kasus ini, Arsul mengaku akan menyampaikan pesan soal beda sikap politik di Pilkada saat rapat DPP PPP. "Jangan partai menurut saya partai mengambil tindakan. Apakah memecat, mem-PAW, dan lain sebagainya. Itu pendirian yang akan saya sampaikan di rapat," pungkasnya.
PPP Kubu Romi: Secara yuridis, Djan Faridz tak bisa pecat Lulung
Dia menyayangkan sikap Djan yang memecat Lulung karena membelot dari keputusannya mendukung Ahok-Djarot. Dari kasus ini, Arsul mengaku akan menyampaikan pesan soal beda sikap politik di Pilkada saat rapat DPP PPP.
Rekomendasi