Survei Median, elektabilitas Anies-Sandi ungguli Ahok-Djarot

Survei Median, elektabilitas Anies-Sandi ungguli Ahok-Djarot. Survei itu dilakukan sejak 21 sampai 27 Februari 2017 dengan menggunakan metode multistage random sampling dan proporsional atas populasi kotamadya dan gender. Margin of error survei sebesar 3,4 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Sania Mashabi
Oleh Sania Mashabi - Reporter
Survei Median, elektabilitas Anies-Sandi ungguli Ahok-Djarot
Rapat pleno KPU DKI. ©2017 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

KPU DKI Jakarta menetapkan pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Syaiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno maju putaran kedua Pilkada DKI Jakarta pada 19 April mendatang. Salah satu lembaga survei nasional yaitu Media Survei Nasional (Median) telah mengukur elektabilitas kedua pasangan calon tersebut untuk putaran kedua ini.Berdasarkan hasil survei Median dari 800 responden, elektabilitas pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno memimpin dengan 46,3 persen. Sedangkan pasangan Basuki-Djarot meraih 39,7 persen. Survei itu dilakukan sejak 21 sampai 27 Februari 2017 dengan menggunakan metode multistage random sampling dan proporsional atas populasi kotamadya dan gender. Margin of error survei sebesar 3,4 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen."Hasil survei masih unggul Anies-Sandi dengan 46,3 persen sedangkan pasangan Basuki-Djarot 39,7 persen dan undecided (belum menentukan) mencapai 14,0 persen," kata Rico di Restoran Bumbu Desa, Cikini, Jakarta, Senin (6/3).Menurut Rico, naiknya elektabilitas Anies-Sandi karena banyak dari pemilih Agus-Sylvi di putaran pertama menjatuhkan pilihannya kepada pasangan calon nomor urut tiga tersebut. Presentase suara pemilih Agus-Sylvi ke Anies-Sandi mencapai 35 persen."Ada sepertiga pemilih Agus-Sylvi memilih Anies-Sandi di putaran kedua. Dari situ kita bisa lihat ada 35 persen pemilih konstituen Agus-Sylvi yang memilih Anies-Sandi, 10 persen Ahok-Djarot, dan 55 persen belum menentukan pilihannya" ungkapnya.Rico mengatakan, banyak juga warga yang memilih pasangan Anies-Sandi karena faktor sama-sama beragama Islam yaitu sebanyak 27,1 persen. Selain itu, hasil penelitian juga menemukan hal unik bahwa banyak pemilih di putaran kedua yang akan memilih siapapun asal bukan Ahok."Ada pernyataan warga yang memilih Anies-Sandi yang ingin memilih selain pak Ahok. Ini belum pernah muncul saat kami melakukan survei di putaran pertama," ujarnya.Rico juga menambahkan bahwa pemilih Anies-Sandiaga tersebut didominasi oleh sentimen suasana non kandidat atau sentimen politik identitas dan gelombang anti Ahok yang mulai muncul. Dalam survei tersebut hal ini berpengaruh sebesar 55,9 persen."Banyak yang memilih berdasarkan kompetensi unik yaitu suasana faktor politik identitas sebesar 55,9 persen. Tetapi juga faktor kinerja ada tapi tidak besar," tuturnya.

Rekomendasi