Rizal Ramli mulai meniti langkah pimpin DKI Jakarta

"Saya ingin melihat apa yang diubah masyarakat Jakarta. Mengubah Jakarta tanpa tangisan," kata Rizal Ramli.

Angga Yudha Pratomo
Oleh Angga Yudha Pratomo - Reporter
Rizal Ramli mulai meniti langkah pimpin DKI Jakarta
Rizal Ramli ziarah ke makam Benyamin. ©2016 merdeka.com/arie basuki

Sosok Rizal Ramli belakangan tengah rajin melakukan sowan kepada warga di beberapa wilayah Jakarta. Lokasi dikunjungi juga tidak biasa. Rata-rata perkampungan bekas penertiban dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama alias Ahok.Kunjungan Rizal memang terkesan tidak biasa. Di tengah suhu panah politik jelang Pilgub DKI 2017, membuat banyak pihak menerka bekas menteri koordinator bidang kemaritiman era Presiden Joko Widodo, itu tengah meniti langkah guna memimpin ibu kota.Dia pernah mengunjungi Kampung Akuarium, Jakarta Utara. Di sana Rizal mendengar keluh kesah ratusan warga setelah tempat tinggalnya ditertibkan Ahok.Selanjutnya, Rizal juga pernah mendatangi daerah Bukit Duri, Jakarta Selatan. Wilayah ini memang dikabarkan bakal ditertibkan Pemprov DKI Jakarta dengan alasan sebagai daerah resapan. Namun, kedatangan Rizal tepat di momen spesial. Dia hadir sekaligus menjadi pemimpin upacara acara memperingati kemerdekaan ke 71 Indonesia.Dia bahkan berpesan kepada warga untuk tetap mengamalkan Pancasila. "Jangan sampai Pancasila hanya jadi jampi-jampi. Omong tapi tidak dilaksanakan. Soekarno ingin Pancasila diamalkan," kata Rizal, Rabu, 17 Agustus 2016 lalu.Menurut Rizal, bila dikaitkan dengan Pancasila, kebijakan penggusuran merupakan hal tak pantas. "Apakah penggusuran sesuai dengan sila-sila Pancasila?" ucapnya.Beberapa hari sebelumnya, Rizal juga melemparkan sinyal untuk maju memimpin DKI Jakarta.

Melihat ramai penggusuran, membuat dia merasa miris. Kondisi ini membuat dia bercita-cita ingin mengubah ibu kota tanpa ada tangisan."Saya ingin melihat apa yang diubah masyarakat Jakarta. Mengubah Jakarta tanpa tangisan," jelasnya.Bukan hanya kepada warga. Rizal juga mengunjungi makan budayawan asli Betawi, Benyamin Sueb. Kedatangan dia sekaligus memperingatkan haul ke 21 Benyamin di Taman Pemakaman Umum Karet Bivak, Jakarta Pusat, Senin (5/9) kemarin. Kehadirannya juga ditemani putra Benyamin sekaligus politisi Partai Gerindra, Bim Benyamin.Menurut Rizal, sosok komedian legendaris ini merupakan contoh jujur dan sederhana. Bahkan, kata dia, Benyamin juga memiliki cita-cita membangun DKI Jakarta ke arah lebih baik dan asyik."Dari kuburan saja kita lihat, bahwa Bang Benyamin sangat sederhana sekali. Bang Benyamin kalau di kubur sangat sederhana, Bang Benyamin kalo di film ketawanya polos sekali, ketawanya polos dan lepas sesuai dengan hatinya," kata Rizal."Ya Kita semua harus bikin Jakarta lebih asyik. Makan saja kadang sudah susah, eh malah dibikin ribet. Jangan tiap hari orang Jakarta dimarahin," tambahnya.Pelbagai langkah dilakukan Rizal ini belakangan juga mendapat respon positif. Bahkan banyak mendukung dirinya maju memimpin DKI Jakarta.Dukungan paling tegas dilakukan musisi Ahmad Dhani.Melalui gerakan bernama Orang Kita, Dhani yakin langkahnya bakal banjir dukungan. Apalagi setelah melihat banyaknya janji pemerintah tidak ditepati dan malah doyan menggusur."'Orang Kita' mendeklarasikan Rizal Ramli dengan Sandiaga Uno untuk berpasangan, membela rakyat, dan tidak ada sangkut pautnya dengan pengembang. Saya jamin pasangan ini tidak membela pengembang, tapi membela rakyat," tegas Dhani awal Agustus 2016 lalu.Selain Dhani, dukungan untuk Rizal juga hadir dari masyarakat DKI Jakarta. Mereka menamakan dirinya 'Kopaja' alias Koalisi Perbaiki Jakarta Tanpa Air Mata.Mereka menyatakan, Rizal merupakan sosok tepat buat memimpin Ibu Kota. Sebab, mereka menilai bahwa sosok itu peduli terhadap lingkungan dan masyarakat bekerja di sektor informal."Untuk membangun Jakarta itu tidak hanya dengan menggusur orang tanpa memberikan solusi. Ada cara lain yang juga bisa dilakukan. Kita butuh orang seperti Pak Rizal yang punya konsep membangun Jakarta tanpa air mata. Di situlah intinya," ujar juru bicara Kopaja, CH Ambong, kepada merdeka.com.

Rekomendasi