Ketimbang Risma ke Jakarta, kalau Golkar mundur Ahok lebih tragis

Hendrawan tak melihat kritikan Ahok ke Risma karena takut kalah di Pilgub DKI.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Ketimbang Risma ke Jakarta, kalau Golkar mundur Ahok lebih tragis
ahok bersaksi di sidang kasus reklamasi. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama memicu kemarahan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Ahok membandingkan pembangunan kota Surabaya hanya seperti wilayah Jakarta Selatan.Politikus PDIP, Hendrawan Supratikno, melihat kritik Ahok pada Risma bukan karena ketakutan kalah di Pilgub DKI. Menurutnya, yang lebih bikin dek-dekan Ahok saat ini adalah salah satu partai pendukungnya akan membelot."Saya kira Ahok lebih takut Golkar urung mencalonkan dibanding Risma ke Jakarta. Kalau Golkar mundur, Ahok pasti tragis sekali. Tidak bisa maju," kata Hendrawan kepada merdeka.com, Jumat (12/8).Hendrawan menyebut posisi Ahok di Pilgub DKI saat ini ditentukan oleh 3 parpol pendukung yakni Hanura, NasDem dan Golkar. Apabila, salah satu partai berpindah haluan, maka dipastikan Ahok gagal maju sebagai gubernur di periode kedua."Jadi Ahok sekarang pendaftaran melalui jalur perseorangan sudah ditutup, Ahok sekarang nasibnya ditentukan oleh parpol.""Nah Anda semua tahu parpol ini kan ada kekuasaan tertinggi di tangan ketum. Maka Ahok harus berbaik hati ke ketum 3 parpol ini. Surya Paloh, Wiranto dan Setya Novanto," tegasnya.Dia hanya menyarankan Ahok bisa bersikap baik pada ketum di tiga partai tersebut. Sebab jika ada yang tersinggung, bisa saja langkah Ahok mengikuti pilgub akan kembali kandas."Ahok bisa enggak terus menerus meyakinkan ketiga ketum ini untuk tetep berada di belakangnya. Ahok kan bukan tipe yang bisa melayani parpol," tutup Hendrawan.

Rekomendasi