Beda sikap politisi PDIP saat Ahok masih ngarep dipinang

Meski sudah mengantongi dukungan 1 juta KTP, Ahok masih membuka peluang untuk maju dari parpol.

Mardani
Oleh Mardani - Reporter
Beda sikap politisi PDIP saat Ahok masih ngarep dipinang
Basuki Tjahaja Purnama. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Calon petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) masih galau akan maju dari parpol atau dari jalur independen di Pilgub DKI 2017. Meski sudah mengantongi dukungan 1 juta KTP, Ahok masih membuka peluang untuk maju dari parpol.Seperti diketahui, tiga parpol yakni Golkar, NasDem dan Hanura sudah menyatakan dukungan untuk Ahok maju di Pilgub DKI. Namun rupanya Ahok juga masih menaruh harapan agar PDIP mengusungnya.Kemarin, Ahok lagi-lagi menyatakan membuka peluang jika ada partai lain yang ingin memberikan dukungan termasuk PDIP. Ahok masih menanti sikap Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri."Bu Mega si bilangnya Belanda masih jauh, tenang-tenang," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (19/7).Ahok memilih menunggu sikap resmi PDIP melalui Megawati. Walaupun diakuinya, ada beberapa pihak di PDIP yang menolak dirinya."Mengatakan kalau lewat independen enggak mau dukung, ini juga kata orang bukan kata Bu Mega loh. Karena kan PDIP ada hak prerogatif Bu Mega. Lain lagi," tutupnya.

"Ada ketidakkonsistenan Ahok. Dulu katanya mau maju lewat jalur perseorangan bersama Teman Ahok dan PDIP cukup mendukung. Enggak mungkin kita hanya mendukung," kata Andreas saat dihubungi, Selasa (19/7).Andreas juga mempertanyakan sikap Ahok yang belum puas dengan modal dukungan yang dimiliki. Dia menegaskan partainya akan mengusung calon sendiri dan saat ini prosesnya masih berjalan."Kan sudah cukup dengan 3 partai itu, ngapain nunggu PDIP lagi?" tegasnya."PDIP punya mekanisme. Kalau kami perlu ya kita bicara. Yang pasti PDIP akan mengusung kandidat sendiri. Mengusung kadernya untuk mewarnai program-program ideologis di DKI. Bukan hanya untuk merebut kekuasaan. Kalau hanya untuk kekuasaan, jangan lewat PDIP," tambahnya.Namun hal berbeda diungkapkan Ketua DPP PDI Perjuangan bidang organisasi dan pengkaderan Djarot Saiful Hidayat. Wakil Gubernur DKI ini mengatakan, Ahok masih memiliki peluang untuk maju melalui jalur partai, termasuk dari PDIP."Semuanya masih ada peluang," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (19/7).Menurutnya, tidak masalah jika saat ini Ahok mendapatkan dukungan tiga partai, NasDem, Hanura dan Golkar. Mengingat partai besutan Megawati Soekarnoputri ini mampu mengusung sendiri bakal calon Gubernur DKI Jakarta."Kita kan juga punya hitungan sendiri. Ingat bahwa kita PDIP yang bisa mengusung calon sendiri. Tetapi kita juga bisa membangun mendapat dukungan dari partai-partai yang lain. Jadi artinya kita lebih leluasa," terang Wakil Gubernur DKI Jakarta ini.

Djarot menjelaskan, partainya sudah memiliki pakem yang jelas. Sebagai partai pemenang maka harus ada kader yang diusung dalam Pilkada DKI 2017 mendatang. Entah kader tersebut akan mengisi posisi Wakil ataupun Gubernur."Yo enggak ngerti. Pokoknya kader internal harus ada. Gubernur bisa, Wagub bisa, dua-duanya bisa," jelasnya.Bahkan, mantan Wali Kota Blitar ini menyebutkan, masih ada potensi dirinya akan kembali memimpin Jakarta. Namun bukan berarti komposisinya berubah, di mana dia menjadi Gubernur dan Ahok menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta."Djarot-Ahok bisa juga, Ahok-Djarot juga bisa. Begitu ya. Djarot sama Sjafrie bisa juga. Djarot sama Risma juga bisa. Lha iya lah. Artinya kan bisa maju sendiri," tutup Djarot.Sementara itu, politikus PDIP Charles Honoris menyarankan kepada Ahok agar segera bicara dengan DPP PDIP. Dengan demikian, dia yakin akan ada jalan keluar jika Ahok bicara dengan DPP."Kalau boleh saya sarankan ke Pak Ahok jika seperti itu, tentu harus berkomunikasi dengan DPP," kata Charles saat dihubungi, Selasa (19/7).Anggota Komisi I DPR ini menegaskan, pihaknya akan tetap mengusung calon sendiri di Pilgub DKI, bukan cuma mendukung calon independen. Wajar, sebab PDIP memenuhi syarat kursi di DPRD DKI untuk mengusung kadernya sendiri. PDIP memiliki 28 kursi di DPRD, sedangkan syarat mengusung calon hanya 22 kursi."Tentu kita juga akan mengusung kader sendiri. Pada akhirnya nanti biar diputuskan DPP partai. Saya yakin ibu Mega punya penilaian yang cermat," tegasnya.

Rekomendasi