Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi Sapto Prabowo belum bisa memastikan kesediaan Presiden Joko Widodo untuk menghadiri acara pembukaan Muktamar Islah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada Jumat 8 April besok. Hal ini dikarenakan Presiden harus melaksanakan agenda Kepresidenan di Istana Negara."Sampai hari ini dalam jadwal belum ada kegiatan hadir itu," kata Johan di Gedung Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Kamis (7/4).Dijelaskan Johan, antara Presiden dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP Romahurmuziy atau Romi memang pernah membicarakan persoalan pembukaan muktamar PPP di di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Saat itu, Presiden menyatakan siap hadir jika dua kubu di tubuh PPP yaitu kubu Djan Faridz dan Kubu Romi juga hadir untuk menyepakati islah."Kalau dimaksudkan untuk islah, Presiden berencana hadir. Tapi sampai hari ini belum dapat (kepastian) apakah beliau akan hadir atau tidak. Protokol kan, bisa berubah," tukasnya.Sebelumnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan Presiden Jokowi siap hadir dalam acara pembukaan Muktamar PPP. Hal ini sebagai upaya pemerintah menyatukan pertikaian yang terjadi selama ini."Sejauh ini presiden tidak ada perubahan, terakhir bertemu delegasi pengurus PPP beliau menyatakan siap hadir dalam pembukaan," kata Lukman.
Presiden Jokowi belum pastikan hadiri pembukaan Muktamar islah PPP
Presiden menyatakan siap hadir jika dua kubu di tubuh PPP telah menyepakati islah.
Advertisement
Rekomendasi