Pimpinan Komisi III DPR sindir KPK: Akhirilah mengedepankan sensasi

KPK kembali dapat kritikan tajam dari DPR karena bawa Brimob bersenjata saat lakukan penggeledahan di parlemen.

Muhammad Sholeh
Oleh Muhammad Sholeh - Reporter
Pimpinan Komisi III DPR sindir KPK: Akhirilah mengedepankan sensasi
mulfachri harahap. ©2015 Merdeka.com/fraksipan.com

Wakil Ketua Komisi III DPR Mulfachri Harahap mendukung dan sependapat dengan sikap Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah terkait protes penggeledahan yang dilakukan KPK di DPR. Menurut Mulfachri, penggeledahan yang dilakukan KPK seharusnya lebih mengutamakan pencarian alat bukti dibandingkan mengedepankan publisitas."Saya‎ kira sependapat apa yang disampaikan Fahri Hamzah. Penggeledahan untuk memperoleh barang bukti, bukan sensasi. Akhirilah mengedapankan sensasi dan publisitas," kata Mulfachri disela-sela acara KB PII di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Minggu (17/1).Fahri memprotes penyidik KPK yang membawa aparat Brimob bersenjata laras panjang masuk DPR untuk ungkap kasus dugaan korupsi infrastruktur di Kemen PU Pera yang melibatkan anggota DPR. Mulfachri mengingatkan penyidik KPK seharusnya melakukan penggeledahan dengan cara terhormat."Saya mendukung bahwa siapa pun diperlakukan sama di mata hukum proses pengungkapan, harus menghormati asas perception of innocence dan secara terhormat dan respek, seperti DPR, saya kira kalaupun tujuan penggeledahan barang bukti yang dianggap perlu untuk pengungkapan kasus penyidik KPK bisa melakukan‎ dengan tenang, DPR akan memfasilitasi itu," jelas Mulfachri.Politikus PAN itu menegaskan, pihaknya akan membantu KPK dalam hal penggeledahan bila berkomunikasi dengan baik kepada Kesekjenan DPR.‎ KPK dapat bekerjasama dengan aparat keamanan di DPR."Kalau dianggap perlu untuk pengungkapan kasus, penyidik KPK bisa melakukan dengan tenang. DPR akan memfasilitasi itu, penggeledahan dengan aman tanpa grasa-grusu," tandasnya.‎Sebelumnya, KPK menggeledah ruangan anggota DPR terkait dugaan suap pengamanan proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang dilakukan Anggota Komisi V DPR RI, Damayanti Wisnu Putranti dari PDI Perjuangan. Satgas KPK membawa petugas Brimob yang dipersenjatai senapan laras panjang. Akibat aksi ini, Fahri Hamzah marah dan berdebat dengan penyidik KPK saat penggeledahan berlangsung.

Rekomendasi