Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengakui pasangan yang diusung dalam Pilkada Kabupaten Malang, Dewanti Rumpoko - Masrifah kalah suara dari pasangan lain. Data internal, pasangan nomor urut 2 kalah oleh pasangan nomor 1, Rendra Kresna - HM Sanusi dengan angka kekalahan sekitar 5 persen.Sri Untari, Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur dalam konferensi persnya mengungkapkan, pihaknya melakukan penghitungan real count berdasar formulir C1 dan SMS gateway dari para kader di lapangan."Kita kalah, kita kurang suara," kata Untari di Kantor DPC PDIP Kabupaten Malang di Kepanjen, Kamis (10/12) petang.Untari membeberkan, data yang sudah masuk per Pukul 15.00 WIB sebanyak 95,33 persen. Rekap tersebut menunjukkan pasangan nomor 1 mendapat 573.538 suara atau 50,10 persen. Sementara pasangan nomor 2 mendapatkan suara 501.362 suara atau 43,79 persen. Disusul pasangan nomor 3 mendapat 44.493 suara atau 3,89 persen.Selain itu, tercatat jumlah angka golput sebanyak 802,931 suara atau 41.22 persen. Sedangkan suara tidak sah sebanyak 25.420 suara atau 2.22 persen."Kita kalah dengan nomor satu, tapi kita akan menunggu hasil rekapitulasi dari KPU," katanya.Kata Untari, angka kekalahan versi KPU berbeda dengan yang dimilikinya. KPU sementara mencatan ada 4 persen, yang nantinya akan menjadi patokan."Dari rekap KPU yang kami dapatkan, perolehan suara hanya selisih sekitar 4 persen," katanya.Dari data KPU nantinya, pihaknya akan melihat celah yang bisa ditempuh. Hingga kini pihaknya masih terus berkoordinasi untuk mengawal suara Dewanti - Masrifah."Kami tetap pada prinsip semula. Pemilu ini kami tenggarai adanya pelanggaran dan kecurangan luar biasa," ungkapnya.
PDIP akui jagonya di Pilkada Kabupaten Malang kalah
"Kita kalah, kita kurang suara," kata Untari.
Advertisement
Rekomendasi