Berbagai ritual unik calon kepala daerah sebelum nyoblos

Ritual ini dilakukan untuk memenangkan kontestasi di Pilkada.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Berbagai ritual unik calon kepala daerah sebelum nyoblos
Cara Nyoblos di Blitar. ©2015 merdeka.com/renald

Beragam cara dilakukan agar bisa meraih suara dan menjadi pemenang dalam Pemilihan Kepala Daerah Pilkada serentak di 264 daerah seluruh Indonesia digelar hari ini. Para calon pemimpin daerah kerap melakukan sejumlah ritual sebelum melakukan pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) bahkan untuk memenangkan kontestasi di Pilkada.Seperti ritual yang dilakukan Calon Bupati Kabupaten Blitar, Rijanto, yakni dengan kataman Alquran bersama dengan hafiz dan menggelar doa bersama dengan komunitas agama serta salat istigasah bersama warga di lingkungan tempat tinggalnya."Biasa jelang pemungutan suara, teman-teman ambyo menggelar doa bersama, kita juga menggelar kataman Alquran bareng teman-teman Hafiz, salat istigasah dengan masyarakat sekitar, tadi malam. Kalau kataman kemarin lusa," kata Rijanto saat ditemui di rumahnya, Gedog, Blitar, Rabu, (9/12).Saat melakukan doa dan kataman Alquran, mantan wakil Bupati Kabupaten Blitar ini juga sempat meminta doa restu kepada warga Kabupaten Blitar agar pemungutan suara berjalan lancar dan menciptakan pemimpin yang amanah."Mohon doa restu kepada seluruh masyarakat kabupaten Blitar, semoga Pilkada berjalan mulus dan memimpin yang dapat memberikan kemajuan lima tahun lagi," tandasnya bercerita.

Sementara pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Malang, Dewanti Rumpoko dan Masrifah Hadi berjalan kaki menuju Tempat Pemungutan Suara (TPS). Keduanya berjalan beriringan dari rumah Masrifah menuju TPS 3 Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso dengan didampingi para kerabatnya.Sebelum berangkat menuju TPS, Masrifah lebih dahulu bersungkem pada suaminya, Tonem Hadi. Dengan disaksikan Dewanti, Masrifah duduk di lantai sambil mencium tangan suaminya yang duduk di kursi."Saya memang sungkem sama Abah, suami saya. Yang memberi motivasi dalam hidup saya. Termasuk dalam peristiwa besar ini," kata Masrifah.Sama halnya dengan Masrifah, calon Wakil Bupati Karawang dari Nomor Urut 5, Asep Agustian melakukan sungkem kepada orang tuanya. Ritual sungkeman dilakukannya sambil membawa Isteri dan keluarganya.Calon Wakil Bupati yang dikenal dengan gaya nyeleneh tersebut tiba-tiba menjadi sosok anak yang soleh. Hal itu dilakukan sebelum dia memberikan suara di Kelurahan Anjun, Karawang Barat yang tak jauh dari tempat tinggalnya. Setelah meminta restu dari kedua orang tua, Asep kemudian memberikan haknya untuk mencoblos."Saya minta restu saja, mudah-mudahan mendapatkan barokah," kata Asep.

Sedangkan calon Bupati Nomor Utur 3, Cellica Nurrachadianain, melakukan aksi jalan kaki menuju TPS. Calon dari petahana ini, juga diarah oleh para pendukungnya.Ada hal yang menarik, setelah memberikan suara. Cellica juga diberikan waktu untuk memberikan sambutan saat di TPS. Utuk menyampaikan program-programnya jika dia kembali terpilih memimpin karawang."Kalau saya menang, maka saya berjanji akan melanjutkan sejumlah program saya yang belum terlaksana, seperti pembenahan infrastruktur, program dalam bidang pendidikan serta kesehatan," ujar Cellica dalam sambutannya.Berbeda dengan Asep dan Cellica. Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati, Pasangan Ahmad Marzuki-Tubagus Dedi Suwandi Gumelar alias Miing datang ke TPS 6 di Desa Purwadana, Teluk Jambe, Karawang menggunakan mobil mewah. Namun ada kesan kurang baik dari pasangan ini, meski banyak warga yang menyambutnya justru pasangan Bupati Nomor Urut 2 ini, terkesan cuek pada pendukungnya.

Rekomendasi