Pandawa Lima yang terdiri dari Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa terlihat hadir di tengah massa pasangan pendukung calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Badung, Sudiana-Sutrisno yang memadati lapangan Kopral I Wayan Surem Desa Blahkiuh, Abiansemal Badung, Bali, Minggu (29/11).
Dengan jubah emas dan senjata lengkapnya, kelima tokoh dalam kisah pewayangan Mahabharata ini rela berpanas-panasan mengawal kampanye pasangan paket Badung Bagus. Bima dengan membawa gadanya berada di barisan terdepan, disusul Yudistira didampingi Ratu Pancali 'Drupadi'.
Sontak kelima pemuda berpakaian ala pangeran ini menjadi pusat perhatian ribuan pendukung Sudiana-Sutrisno. Bahkan, usai kampanye, remaja puteri yang ikut kampanye bukan berebut berfoto bareng cabup dan cawabup, tapi justru memilih berfoto selfie dengan kelima pangeran ini.
Seusai acara kampanye, Bagus yang memerankan tokoh Bima mengaku sempat risih saat memasuki lapangan yang penuh debu dan panas menyengat. Namun Bagus berusaha tetap percaya diri.
"Awal malu juga, mau bagaimana lagi. Syukurnya saya jadi Bima, lebih pede lah sedikit," ungkapnya saat ditemui di lapangan Kopral I Wayan Surem Desa Blahkiuh, Abiansemal Badung, Bali.
Mereka bukan sukarelawan atau kader pendukung pasangan Sudiana-Sutrisno. Mereka hadir sebagai bagian dari hiburan kampanye. Otomatis ada bayaran untuk aksi mereka. Ditanya soal honor yang diberikan, Bagus malu-malu.
"Ah tidak enak kalau bicara soal honor. Pastinya ada, ini langsung satu paket. Nantinya dibagi rata, kita ada 8 orang. Selain Panca pandawa, juga ada Drupadi, Bisma dan Drona," ungkapnya.
Salah seorang kru yang ikut terlibat dalam memeriahkan kampanye ini mengaku, honor yang diterima satu orang dari pemeran Mahabharata sekitar Rp 500.000. Honor itu di luar dari biaya pakaian dan mack up.
"Totalnya sih tak tahu saya, kurang lebihnya untuk tokoh Mahabharata dapat Rp 500.000 per orang," katanya.