Kronologi hilangnya dokumen penting calon Wakil Wali Kota Tangsel

Dokumen berkaitan dengan pilkada yaitu agenda kegiatan, jadwal perjalanan, dan sejumlah hasil survei.

Mitra Ramadhan
Oleh Mitra Ramadhan - Reporter
Kronologi hilangnya dokumen penting calon Wakil Wali Kota Tangsel
ilustrasi pencurian mobil. Ilustrasi shutterstock.com

Drajat Sumarso, anggota tim pemenangan Arsid-Elvier Ariadiannie Soedarto Poetri, curiga dengan aksi pencongkelan mobil Elvier yang dilakukan dini hari lalu. Analisanya, pencurian itu berkaitan dengan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang akan dilaksanakan 9 Desember 2015.

Sebab, benda yang hilang dari pencongkelan mobil Ford Ranger Everest berwarna hitam itu antara lain dokumen berkaitan dengan pilkada, yaitu agenda kegiatan, jadwal perjalanan, dan sejumlah hasil survei.

"Kalau kriminal saja, kenapa dokumen juga diambil? Kan maling incarnya handphone sama dompet saja," kata Drajat, Kamis (26/11).

Calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan nomor urut dua, Elvier Ariadiannie Soedarto Poetri menceritakan kronologi pencongkelan mobilnya dan hilangnya dokumen rahasia yang ditinggalkan di dalam mobil.

Malam itu, Elvier dan tim tengah melakukan kegiatan di sebuah tempat di daerah BSD. "Kami habis rapat sampai pukul 22.00 WIB. Saya dan teman-teman belum makan, jadi rapat dilanjutkan di Pasar Modern BSD sambil cari makan. Biasanya, makanan yang tenda-tenda bukanya sampai malam kan," kata Elvier.

Elvier memarkirkan mobilnya tidak jauh dari tempat makan, hanya berjarak beberapa tenda. Makan dan rapat berlangsung sampai sekitar pukul 24.00 WIB. Kemudian, salah satu staf Elvier kembali ke mobil untuk mengambil sesuatu. Dia terkejut saat melihat mobil, pintu di bagian pengemudi dan bagasi sudah terbuka. Saat kejadian sopir Elvier tidak mengetahuinya.

"Saya sengaja cuma bawa uang tunai karena saya pikir cuma makan, kan. Tas asisten saya juga yang simpan dokumen untuk pilkada ditinggal di mobil. Kami pikir cuma sebentar, ternyata itu hilang dicuri," tutur Elvier.

Selain dokumen rahasia itu, Elvier juga kehilangan telepon genggam, dompet beserta isinya, termasuk tujuh kartu kredit yang belakangan diketahui sudah dipakai oleh pelaku untuk berbelanja di beberapa toko. Kerugian dari tiga kartu kredit yang belum sempat diblokir itu mencapai Rp 80 juta, belum termasuk kerugian lainnya.

Akibat kejadian itu, data penting terkait pilkada dan kegiatan kampanye hilang. Dokumen yang hilang ada yang berupa print out atau lembaran kertas dan dokumen yang disimpan di dalam flash disk.

"Semua data penting hilang. Agenda saya, jadwal kegiatan, titik-titik relawan, hilang semua," tuntasnya.

Kasubag Humas Polres Tangsel Kompol Mashuri membenarkan peristiwa tersebut. "Benar, laporannya sudah kami terima melalui Polsek Serpong," katanya.

Rekomendasi