Islah PPP sulit terwujud karena elite partai tak mau silaturahmi

Proses hukum yang sudah berakhir di MA tidak diimbangi dengan proses politik antara kedua kubu.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Islah PPP sulit terwujud karena elite partai tak mau silaturahmi
Kampanye PPP. ©2014 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Anggota Komisi III DPR Fraksi PPP Arwani Thomafi menyesalkan kisruh yang masih saja terjadi di partai berlambang kabah tersebut. Arwani mengatakan seharusnya setelah putusan Mahkamah Agung (20/10) lalu jadi momentum bagi partainya untuk bersatu, namun pada akhirnya tidak demikian.Padahal, menurutnya, semua ulama dan kader partai PPP sangat menginginkan kedua kubu yakni kubu Romahurmuziy dan kubu Djan Faridz dapat kembali bersatu. Arwani mengungkapkan, seharusnya proses hukum yang berjalan pasca putusan MA diimbangi dengan proses politik yakni silaturahmi."Ulama dan kader di bawah sangat berharap persoalan yang ada di DPP PPP segera selesai. Instrumen yang ada mulai dari proses hukum harus diimbangi dengan proses politik. Proses politik ya silaturahmi," kata Arwani di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (10/11).Karena dengan bertemu dan silaturahmi, menurut Arwani akan mendatangkan solusi agar partai kembali bersatu serta terhindar dari perpecahan seperti yang dilakukan oleh Partai Golongan Karya (Golkar) beberapa waktu lalu."Ketemu lah, silaturahmi karena silaturahmi mendatangkan rezeki, rezeki agar PPP terhindar dari perpecahan. Ini jadi tanggung jawab kita loh ya, termasuk kami," ujarnya.Dia juga berharap petinggi partai yang ada di DPP mau menurunkan ego dan memberikan teladan bagi para kader partai serta terus berupaya mencari titik temu antar kedua belah pihak. "Kita tidak berharap persoalan ini terus berlanjut dan tidak menemukan ujung pangkalnya," pungkas Arwani.

Rekomendasi