Partai Golkar menggelar silatnas untuk menyatukan kepengurusan yang sempat terbelah menjadi dua kubu. Dalam kesempatan itu, Kubu Aburizal Bakrie (Ical) dan Agung Laksono berkomitmen untuk bersatu demi menghadapi pilkada serentak yang akan digelar 9 Desember mendatang.Dalam sambutannya, Agung Laksono mengklaim bahwa Ical dan dirinya sepakat untuk membawa Golkar mendukung pemerintahan Jokowi-JK. Namun pernyataan ini dibantah oleh Ical Cs, Golkar dinilai bakal tetap berada di dalam Koalisi Merah Putih (KMP) untuk menjadi penyeimbang pemerintah.Menanggapi hal itu, Partai Gerindra tetap berkomitmen untuk tetap berada di luar pemerintahan. Bahkan Gerindra sama sekali tidak punya niatan untuk bergabung dengan pemerintah, sekalipun nanti Golkar benar-benar bergabung dengan pemerintah."Sampai saat ini keputusan DPP, saya pikir tidak. Kecuali ada rapat luar biasa, DPP belum ada rapat. Jadi sampai hari ini kita di DPR itu disuruh untuk mengkritisi seluruh kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat. Tapi kalau mau masuk jajaran pemerintahan saya pikir kita bertahan. Lebih baik kita di luar pemerintahan daripada di dalam pemerintahan," tegas Desmond kepada merdeka.com, Senin (2/11).Desmond menegaskan, sikap partainya itu bisa dilihat saat pembahasan APBN 2016. Dengan tegas Gerindra menolak seluruh postur anggaran yang diajukan pemerintah. Alasannya, postur anggaran negara tidak pro rakyat."Nah kalau kemarin itu bicara apa yang tidak pro rakyat dalam APBN, ya kita akan tolak," ucapnya.Disinggung soal sikap partai lain di KMP akan sama dengan sikap Gerindra, Desmond mengaku tidak tahu. Sebab karakter Gerindra beda dengan partai lain."Kalau Gerindra kan punya karakter sendiri, dalam hal APBN kemarin misalnya. Kita jelas sikapnya tidak mendua. Kalau KMP lain lagi," singkatnya.Gerindra akan tetap berada di luar pemerintahan meskipun Desmond mengakui jika KMP tidak akan selamanya terbentuk.
Advertisement
Desmond juga mengakui KMP hanya sekadar koalisi semu. Sebab KMP hanya untuk mengimbangi kekuasaan Jokowi-JK."Persoalannya adalah siapa yang punya daya tahan di luar, siapa yang enggak bisa bertahan di luar. Otomatis saja. Karena semuanya nanti pada saat 2017 pertengahan, mendekati 2018 koalisi ini akan bubar dengan sendirinya. Karena kepentingan pengusulan pada tahun pemilu 2019. Jadi KMP atau KIH cepat lambat akan terjadi pembubaran, baik KIH maupun KMP," kata Desmond."Kan saya sudah bilang berkali-kali, sejak awal KMP ini adalah koalisi semu. Ini adalah koalisi orang yang mendukung Prabowo pada Pemilu. Kalah pada Pemilu presiden kemarin, Pilpres. Nah akibat kalah ini akhirnya berseberangan, itulah jadi KMP," tutur dia.Di sisi lain, dukungan Golkar yang diklaim oleh Agung Laksono ini ditanggapi sinis oleh Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Dia menekankan, posisi Golkar jelas berbeda dengan PAN yang nyatakan bergabung dengan pemerintah tidak hanya mendukung.Bedanya, Golkar mendukung, kalau PAN bergabung. Nah itu ya," kata Zulkifli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/11).Oleh sebab itu, pernyataan Agung Laksono yang dilontarkan saat Silatnas semalam, hanya sebatas memberikan dukungan. Bukan berarti bergabung dengan pemerintah dan keluar dari Koalisi Merah Putih (KMP)."Kan Pak Agung sudah bilang 'kami (Golkar) sudah sepakat saya (Agung Laksono) dan Pak Ical mendukung pemerintah'. Kan udah jelas dukung pemerintah kan," jelasnya.Seperti diketahui, dalam pidatonya saat silaturahmi nasional di hadapan ratusan kader dan elite senior Partai Golkar, Agung Laksono menyampaikan pengumuman penting dan mengejutkan. Agung Laksono mengaku sudah bersepakat dengan Aburizal Bakrie untuk mendukung pemerintahan Jokowi-JK.Keputusan ini mengejutkan mengingat selama ini Golkar bersama Gerindra dan partai lainnya di Koalisi Merah Putih (KMP) berseberangan dengan pemerintahan Jokowi-JK."Kami (Agung Laksono dan Ical) sepakat mendukung pemerintahan Jokowi-JK tulus. Tapi bukan karena di sini ada Pak JK (Wapres Jusuf Kalla)," ujar Agung disambut tawa riuh kader partai yang memenuhi kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, Minggu (1/11).Bentuk dukungan Golkar, kata dia, sifatnya loyal namun tetap kritis. Dia mengaku terbuka ruang koreksi pada pemerintahan Jokowi-JK demi kepentingan bangsa. "Saya kira sepanjang membangun, terbuka, sah-sah saja," tegasnya.