Pimpinan MKD tak kompak soal tempat pemeriksaan Novanto dan Fadli

Surahman bilang keduanya diperiksa di MKD. Tapi Dasco bilang pemeriksaan Fadli dan Setya dilakukan di BKSAP.

Rizky Andwika
Oleh Rizky Andwika - Reporter
Pimpinan MKD tak kompak soal tempat pemeriksaan Novanto dan Fadli
Setya Novanto dan Fadli Zon hadiri kampanye Capres Amerika. ©usatoday.com

Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR Surahman Hidayat membenarkan pernyataan Wakil Ketua MKD Sufmi Dasco Ahmad bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap Ketua DPR Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Kamis (15/10) lalu. "Kamis sudah diperiksa," kata Surahman di depan ruangan MKD, Gedung DPR, Jakarta, Senin (19/10).Namun soal tempat pemeriksaan, antara Dasco dan Surahman berbeda pernyataan. Dasco menyebut MKD periksa Novanto dan Fadli di ruang rapat Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP), sementara Surahman malah menyebut pemanggilan tersebut dilakukan di ruang sidang MKD. "Ya pemanggilannya ya di ruang MKD," katanya. Sayang, Politikus PKS itu enggan membeberkan secara rinci terkait apa saja yang dilakukan pihaknya dalam pemanggilan itu. "Sudah nanti-nanti," katanya sambil berlalu. Sebelumnya, Wakil Ketua MKD Sufmi Dasco Ahmad mengutarakan bahwa pihaknya telah memanggil keduanya, Kamis (15/10) lalu. "Kamis kami punya agenda meminta keterangan keduanya, ternyata mereka ada dan bisa. Langsung kami buat suratnya," kata Dasco saat dihubungi, Senin (19/10). Politikus Gerindra itu menjelaskan, pemanggilan keduanya itu digelar di ruangan Badan Kerjasama antar Parlemen (BKSAP), dia menyatakan tak masalah pemanggilan itu tidak dilakukan di ruang sidang MKD. "Penyelidikan dimana saja boleh," katanya. Sementara itu, dia membantah bahwa pemanggilan itu digelar tidak sesuai jadwal. Pasalnya, seharusnya pemanggilan keduanya dilakukan hari ini. "Kebetulan kemarin bisa. Penyelidikan bisa kapan aja," simpulnya.

MKD tengah melakukan penyelidikan dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh Setya Novanto dan Fadli Zon. Kasus ini terkait kehadiran Setya dan Fadli saat kampanye bakal capres Amerika Donald Trump.

Rekomendasi