Ruhut bela SBY mati-matian soal Century sampai sebut Misbakhun stres

Misbakhun mencoba mengingatkan kembali kasus Bank Century melalui buku yang ditulisnya.

Rizky Andwika
Oleh Rizky Andwika - Reporter
Ruhut bela SBY mati-matian soal Century sampai sebut Misbakhun stres
Ruhut Sitompul diperiksa KPK. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Kasus bailout Bank Century yang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seakan tak terdengar kabarnya. Padahal, beberapa tahun lalu, kasus tersebut sempat membuat heboh hingga DPR membentuk Panitia Khusus Hak Angket Century.Namun belakangan, kasus tersebut coba dihidupkan kembali oleh anggota DPR Mukhamad Misbakhun. Anggota Pansus Bank Century DPR itu mencoba mengingatkan kembali kasus itu melalui buku yang ditulisnya berjudul 'Sejumlah Tanya Melawan Lupa, Mengungkap 3 Surat SMI kepada Presiden SBY'.Sesuai judulnya, Misbakhun memfokuskan isi buku pada tiga surat yang pernah dituliskan Menkeu atau Ketua KSSK Sri Mulyani kepada Presiden SBY pada 2008. Komunikasi intensif ini, menurut Misbakhun, telah meruntuhkan klaim SBY bahwa dia tidak dilaporkan soal bailout."Dengan terkuaknya surat-surat Sri Mulyani tersebut, mengindikasikan kalau selama ini SBY sudah berbohong," tegas Misbakhun yang pernah dipenjara di era SBY, meski kemudian putusan peninjauan kembali (PK) menyatakan dia tidak bersalah.Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul pun angkat bicara soal buku Misbakhun itu. Ruhut tak terima SBY yang notabene ketua umum Partai Demokrat 'diseret-seret' dalam kasus itu di dalam buku yang ditulis oleh Misbakhun.

Tak tanggung-tanggung, Ruhut bahkan menyebut Misbakhun stres dan sedang mengalami frustasi berat. Ruhut menuding Misbakhun tengah melakukan 'permainan' baru dengan menyeret nama SBY, setelah dulu dana aspirasi ditolak pemerintah."Misbakhun itu orang stres. Dia lagi frustasi berat. Dia dulu dana aspirasi itu ditolak pemerintah. Jadi setelah ditolak, dia cari mainan baru. Saat dia jadi tersangka dan dipecat PKS, dia lari ke partai yang bermasalah lagi (Golkar). Jadi stresnya bertambah," kata Ruhut di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (20/8).Anggota Komisi III DPR ini juga membantah di dalam buku Misbakhun tersebut tercantum 3 surat yang sangat rahasia dari Sri Mulyani Indrawati selaku Menteri Keuangan sekaligus Ketua Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) kepada SBY terkait kebijakan bailout."Dari Mensesneg dan Seskab saat itu, tidak ada itu surat-surat itu. Jangan-jangan surat itu dibuat di Pasar Senen," kata Ruhut.Tak kali ini saja Ruhut pasang badan dalam kasus Bank Century. Dulu, saat Rapat Panitia Angket Kasus Bank Century di DPR, pada Rabu 6 Januari 2010, Ruhut bahkan sempat adu mulut dengan pimpinan Panitia Angket, Gayus Lumbuun.

Bahkan, saat itu kata-kata 'bangsat' sempat keluar dari mulut Ruhut kepada Gayus Lumbuun. Saat itu, agenda rapat memeriksa mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Maman H Soemantri dan Maulana Ibrahim serta mantan Direktur Pengawasan Bank I Bank Indonesia, Rusli Simanjuntak.Awalnya, Ruhut melakukan interupsi kepada pimpinan rapat. Dia mengingatkan soal waktu pelaksanaan pemeriksaan yang berlarut-larut.Ruhut menuding Gayus Lumbuun tak tegas dan cenderung memberikan waktu bertanya lebih lama kepada Fraksi PDIP."Jangan sampai nanti rapat terlalu lama, kau keluar rapat," kata Ruhut saat itu.Gayus yang tak terima dengan pernyataan Ruhut pun meminta kader Demokrat itu untuk berhenti berbicara. "Siapa yang keluar, kau tahu dari kemarin saya selalu di sini," kata Gayus kemudian dijawab Ruhut "Kemarin rapat lama, kau keluar. Jangan emosi begitu. Saya di sini masih bisa tertawa," kata Ruhut."Saya pimpinan rapat, bukan kau," kata Gayus."Siapa bilang, kita anggota Panitia Angket berdiri sama tinggi, duduk sama rendah. Bicara sama kodok," balas Ruhut.

"Kata siapa tinggiku sama kau, kau yang sopan. Sayang saya pimpinan rapat ini. Kalau tidak saya usulkan kepada pimpinan agar kau dikeluarkan karena selalu menggangu rapat," kata Gayus.Ruhut yang tak terima dengan pernyataan Gayus lantas merebut pengeras suara yang sebelumnya sempat dimatikan koleganya di Partai Demokrat, Achsanul Qosasi. Di momen inilah kata-kata 'bangsat' keluar dari mulut Ruhut."Kau yang bicara sopan. Kau yang diam, bangsat. Ngaca dong, ngaca," kata Ruhut."Oke jangan di sini. Nanti di luar," kata Gayus.Singkat cerita, keributan antara keduanya pun tak berlanjut. Selang sehari setelah peristiwa itu, keduanya berdamai dengan berjabatan tangan dan diabadikan oleh para wartawan.

Rekomendasi