Kubu Prabowo tak tergiur jabatan menteri kabinet Jokowi

PDIP salah satu yang paling mendesak Jokowi untuk segera lakukan reshuffle.

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
Kubu Prabowo tak tergiur jabatan menteri kabinet Jokowi
Silaturahmi pimpinan partai Koalisi Merah Putih. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Kabar reshuffle kabinet terus berhembus dua bulan terakhir ini. Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih lebih banyak diam menanggapi kabar pergantian menteri di kabinet kerja.PDIP salah satu yang paling mendesak Jokowi untuk segera lakukan reshuffle. Bahkan PDIP tak masalah jika nanti, partai di Koalisi Merah Putih (KMP) dapat jatah di kabinet.Namun rupanya, niat baik PDIP memberikan jatah di pemerintahan tak disambut baik oleh KMP. Setidaknya oleh adik Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo.Menurut Hashim, lebih baik KMP tetap berada di luar pemerintahan sebagai pengawas kinerja eksekutif. Jika program pemerintah baik, KMP harusnya mendukung."Ya saya kira mungkin lebih baik kalau saya pribadi lebih baik ada yang di luar supaya bisa jadi penyeimbang. Jadi lebih elok KMP di luar pemerintah. Tapi ikut dukung pemerintah kalau ada program pemerintah yang bagus," jelas Hashim di Istana Negara, Kamis (23/7).Hashim menegaskan, posisi KMP lebih baik berada di luar pemerintahan ketimbang bergabung. Meski begitu, lanjut dia, hubungan KMP dengan pemerintah tetap berjalan baik."Menurut saya program pemerintah banyak yang bagus. Kalau KMP masuk pemerintah nanti tidak ada oposisi, tak ada cek and balances. Saya kira Pak Jokowi tahu itu, kami tetap bersahabat meskipun kami di luar," tutupnya.PAN paling dekat masuk kabinet?

Partai Amanat Nasional (PAN) adalah anggota KMP yang paling santer dikabarkan bakal dapat jatah kursi menteri. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan usai bertemu Jokowi di Istana pun sempat mengisyaratkan partainya masuk pemerintah.Beberapa kali melakukan pertemuan dengan Jokowi, Zulkifli menyarankan agar reshuffle dilakukan setelah satu tahun kerja pemerintahan, sekitar bulan Oktober saja.Sejumlah nama kader PAN sudah ramai diisukan yang bakal masuk kabinet. Salah satunya Dradjad Wibowo, loyalis Hatta Rajasa yang juga ahli ekonomi ini dinilai cocok perbaiki kinerja pemerintahan di sektor ekonomi yang menjadi sorotan belakangan ini.Namun lagi-lagi, belum ada pernyataan resmi dari Istana kapan akan dilakukan reshuffle. Zulkifli hanya menyarankan Jokowi lakukan pergantian kabinet pada bulan Oktober nanti."Orang mau kerja, 6 bulan diganti. Orang mau puasa, kerja menstabilkan harga, kok reshuffle," kata Zulkifli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/7).Namun, menurut Zulkifli waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi dan perombakan menteri ialah 10 bulan masa pemerintahan. Sebab, dalam rentang waktu 7 bulan hanya bisa dimanfaatkan untuk perbaikan internal."Kalau reshuffle menurut saya 10 bulan. Kalau Oktober boleh lah. Saya kira 10 bulan sudah mulai matang, sudah bisa kompak," tuturnya.

Rekomendasi