Setelah berkelana pindah dari satu partai ke partai lain, si Raja Dangdut Rhoma Irama akhirnya mendirikan sendiri kendaraan partai politik demi mewujudkan kontribusinya untuk membangun bangsa. Bernama Partai Islam Damai dan Aman (Idaman) Rhoma ingin membuka sendiri jalannya.Di tahun 70-80an Rhoma merupakan salah satu vote getter atau penarik massa bagi kampanye Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Rhoma juga pernah singgah di Partai Golkar dengan menjadi juru kampanye, dan kemudian sempat digadang-gadang menjadi salah satu capres Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam pemilu 2014 lalu. Ternyata cuma janji palsu yang didapatkan karena PKB malah ikut gerbong Koalisi Indonesia Hebat yang mencalonkan pasangan Jokowi-JK.Rhoma pun beralih ke Partai Bulan Bintang usai pemilu 2014. Namanya bahkan bersaing dengan Yusril Ihza Mahendra dalam muktamar sebagai calon ketua umum. Namun dia tak pernah muncul dalam muktamar yang membuat Yusril melenggang mulus menjadi ketua umum PBB 2015-2020.Sabtu (11/7), Rhoma akhirnya meluncurkan Partai Idaman dengan melakukan peresmian logo partai sekaligus penandatanganan akte pendirian di Jakarta.Dalam pidato politiknya, Rhoma yang menjadi ketua umum menjelaskan, Partai Idaman didirikan dengan kesadaran memberikan kontribusi konkret pada pembangunan bangsa yang pancasilais dalam berbagai aspek."Partai Idaman tidak menjadi partai yang ekslusif, tapi inklusif. Partai bagi seluruh organisasi kemasyarakatan dan bahkan untuk mereka yang nonmuslim," katanya.Kepengurusan Partai Idaman untuk saat ini hanya terdiri dari Ketua Umum Rhoma Irama dan Sekretaris Jenderal Abdurrahman Tarjo. Abdurrahman Tarjo yang berprofesi sebagai advokat dulu merupakan pengurus Partai Bulan Bintang (PBB).
Advertisement
Rencana jangka pendek partai tersebut adalah mengajukan nota pendirian partai ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemkumham). Jika disetujui, maka Partai Idaman akan dideklarasikan secara formal dan nasional oleh para pengurus pada 17 Agustus 2015.Partai Idaman menargetkan dalam waktu dekat untuk memiliki kader sebanyak 5.000 anggota per kabupaten/kota di 34 provinsi di Indonesia.Partai Idaman menggunakan lambang segi lima yang berarti rukun Islam dengan warna dasar merah dan putih yang menunjukkan warna dari bendera Indonesia. "Di dalam simbol segi lima, terdapat simbol hati yang berarti 'love' Indonesia. Indonesia yang populis dan universal," kata Rhoma Irama.Rhoma menyatakan alasan di balik keputusannya membentuk sebuah partai politik.
Menurut Rhoma, hanya melalui partai politik dapat memberikan jalan memberikan konstribusi yang konkret terhadap pembangunan bangsa."Karena teriak-teriak di jalan tidak akan bisa mengubah bangsa ini. Oleh sebab itu kami sepakat membentuk Partai Idaman," ujarnya.
Rhoma menegaskan, Partai Idaman merupakan partai Islam. Dan melalui partainya, dia ingin memberikan pencerahan bagi umat Islam yang tak berani melawan stigma negatif bahwa Islam sering dituding sebagai agama yang mengajarkan radikalisme, terorisme dan rasisme."Kenapa banyak umat Islam di Indonesia dan dunia tidak berani menegakkan kepala melawan stigma negatif seperti teroris, radikalis, rasis. Umat Islam tidak berani meneriakkan 'kami Islam'," kata Rhoma.Di sisi lain, Rhoma membantah, tujuannya membentuk partai politik baru didasari atas kekecewaannya terhadap beberapa parpol yang dulu pernah diikutinya."Saya tidak pernah kecewa dengan PPP, PKB, PBB. Yang pasti saya sudah memberikan kontribusi bagi bangsa ini melalui PPP, PKB dan PBB," kata Rhoma.Bahkan, Rhoma mengaku siap melakukan penjajakan dengan tiga partai tersebut dan partai Islam lainnya guna mewujudkan keinginannya memberikan kontribusi yang konkret terhadap pembangunan bangsa. Selain itu, dia juga siap melakukan pendekatan ke partai yang tak hanya berbasis Islam."Untuk bangun Indonesia, kita harus sehati. Kami akan menjalin sinergitas dengan partai Islam dan partai nasionalis untuk membangun Indonesia," ujarnya.Rhoma juga mengaku akan berupaya keras menyelamatkan keberadaan partainya ini. Sebab, tradisi di Indonesia banyaknya partai baru yang tak memiliki umur panjang dikarenakan kurangnya dukungan, finansial maupun hal-hal penunjang partai politik pada umumnya."Kita akan berjuang keras memperbesar partai ini," tegasnya.