Merapat ke Jokowi, Golkar Munas Ancol tak mau gabung KIH

"Mendukung pemerintah adalah suatu hal yang halal," kata Priyo.

Aryo Putranto Saptohutomo
Merapat ke Jokowi, Golkar Munas Ancol tak mau gabung KIH
Munas tandingan Partai Golkar. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Wakil Ketua Umum Partai Golkar versi munas di Ancol, Jakarta, Priyo Budi Santoso, secara tersirat menyatakan keinginan membawa partainya merapat kepada Presiden Joko Widodo. Meski demikian, dia masih berkelit lidah dengan mendukung pemerintah bukan berarti mesti masuk dalam barisan Koalisi Indonesia Hebat.Hal itu diungkap Priyo selepas menyerahkan susunan kepengurusan Partai Golkar versi Munas Ancol kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Hamonangan Laoly. Menurut dia, mendukung kerja pemerintah bukan sesuatu hal tabu dalam percaturan politik Indonesia saat ini."Karena pemerintahan yang sah. Tidak harus masuk dalam blok koalisi. Tidak harus kemudian kami yang masuk dalam blok koalisi KIH misalnya. Mendukung pemerintah adalah suatu hal yang halal," kata Priyo di Gedung Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Senin (8/12).Sementara itu sejawat Priyo, Agun Gunanjar, memberikan pernyataan berbeda soal sikap terhadap koalisi. Menurut dia, koalisi justru dianggap sebagai biang perpecahan."Munas kami tegas. Bubarkan KIH, bubarkan KMP," ujar Agun.

Rekomendasi