JK belum tahu 7 calon ketum Golkar bersekutu tumbangkan Ical

Tujuh calon ketua umum Partai Golkar dimungkinkan bersatu dengan hanya mengusung satu nama untuk melawan Ical.

Sri Wiyanti
Oleh Sri Wiyanti - Reporter
JK belum tahu 7 calon ketum Golkar bersekutu tumbangkan Ical
Jusuf Kalla . ©2012 Merdeka.com

Tujuh calon ketua umum Partai Golkar dimungkinkan bersatu dengan hanya mengusung satu nama untuk melawan Aburizal Bakrie (Ical) dalam Munas IX akhir November mendatang di Bandung. Ketujuh calon ketua umum itu adalah Agung Laksono, Agus Gumiwang Kartasasmita, MS Hidayat, Priyo Budi Santoso, Zainudin Amali, Hajriyanto Y. Thohari, dan Airlangga Hartanto.Terkait hal ini, mantan Ketua Umum Partai Golkar, Jusuf Kalla, mengaku belum mendapat kabar apapun. "Saya belum tahu itu," kata sosok terpilih kembali menjadi Wakil Presiden tersebut di Kementerian Agama, Jakarta, Jumat (21/11).Sebelumnya, politikus Partai Golkar Agun Gunandjar Sudarsa mengatakan, ketujuh calon ketua umum tersebut sudah berniat bekerja sama atau juga mengerucutkan satu nama untuk menjadi rival Ical dalam pemilihan Ketua Umum Partai Golkar.Dia mengatakan sudah ada strategi yang bakal ditempuh untuk memastikan regenerasi kepemimpinan Golkar terwujud. Namun hal itu belum diumumkan.Agun sebagai inisiator gerakan Regenerasi Kepemimpinan menyatakan sedang bekerja dengan waktu yang sangat singkat untuk menyinergikan seluruh kekuatan guna menyelamatkan Partai Golkar dari prediksi kemerosotan pada Pemilu 2019.Sebelumnya, Rapimnas Golkar di Yogyakarta 18-19 November 2014 yang dihadiri seluruh DPD tingkat I Golkar menyepakati penyelenggaraan munas dipercepat menjadi 30 November 2014.Hal ini bertentangan dengan kesepakatan dalam rapat pleno DPP Partai Golkar yang memutuskan munas digelar Januari 2015, sesuai rekomendasi munas sebelumnya.Percepatan munas disebut-sebut bertujuan untuk mendorong terjadinya aklamasi pemilihan Aburizal Bakrie menjadi ketua umum kembali. Di sisi lain, percepatan munas akan membatasi waktu bagi calon ketua umum lain untuk melakukan konsolidasi.Agun mengaku mendengar rumor yang menyebutkan bahwa satu suara di Munas dihargai sebesar Rp 700 juta. Kabar suap suara itu, menurutnya, dilontarkan salah satu kader Golkar di daerah.

Rekomendasi