Faisal Basri sebut pengusul pilkada tidak langsung bangsat

"RUU yang diusulkan yaitu tidak langsung tapi dipilih oleh DPRD. Itukan menurut saya menodai reformasi," kata Faisal.

Jatmiko Adhi Ramadhan
Oleh Jatmiko Adhi Ramadhan - Reporter
Faisal Basri sebut pengusul pilkada tidak langsung bangsat
Faisal Basri. ©2012 Merdeka.com

Usai mengisi acara diskusi di Double Bar Coffee and Resto, Menteng, Jakarta Pusat, tentang BBM, Pengamat Ekonomi Faisal Basri mengomentari soal Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Pilkada tidak langsung yang diusulkan Tim Koalisi Merah Putih. Menurut dia, usulan itu menodai reformasi.Sebab, kata dia, sejak reformasi rakyat sendiri menuntut agar dapat memilih pemimpinnya secara langsung. Sebab, apabila pemilihan digelar secara tidak langsung akan menjadi sistem percaloan."RUU yang diusulkan yaitu tidak langsung tapi dipilih oleh DPRD. Itukan menurut saya menodai reformasi. Ya, yang menuntut agar rakyat lebih memilih langsung dan tidak lewat proses percaloan," ujar Faisal usai mengisi acara diskusi subsidi BBM, Minggu (7/9).Faisal menjelaskan, saat ini jumlah suara Koalisi Merah Putih secara nasional mencapai 63 persen. Apabila jumlah suara ini rata di seluruh Indonesia maka secara keseluruhan pemerintahan di tangan Koalisi Merah Putih.

"Jadi ini kan Koalisi Merah Putih 63 persen secara nasional. Nah koalisi Jokowi-JK kan cuma 37 persen. 63 persen katakanlah seluruh provinsi, kabupaten itu sama proporsinya. Kan kalo lewat DPRD mereka pasti menang. Itu bisa menang semua iya kan," ungkap Faisal.Apabila diterapkan seperti itu, Faisal mengatakan proses demokrasi yang dilakukan oleh rakyat selama ini tidak ada gunanya. Dia pun menyebut usulan seperti ini sebagai usulan bangsat."Jadi buat apa memilih tidak langsung, nggak ada jaminan dia bakal menang juga. Buktinya pemilu langsung kalah dia. Namanya itu kan bangsat," ujar Faisal.

Rekomendasi